Fakultas Teknik Unimal Latih Internet Sehat bagi Guru SMK Negeri 3 Lhokseumawe

Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh(Unimal) baru-baru ini menggelar pelatihan ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK Negeri 3 Lhokseumawe.
Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
Dok. SMK Negeri 3 Lhokseumawe.

ACEHSATU.COM | LHOKSEUMAWE — Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh(Unimal) baru-baru ini menggelar pelatihan ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK Negeri 3 Lhokseumawe.

Pelatihan tersebut khususnya ditujukan bagi para guru.

Kegiatan itu berlangsung di Aula SMK Negeri 3 Lhokseumawe yang digelar secara luring. Total, terdapat 18 peserta yang hadir dalam pelatihan tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan yang dibuka langsung Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Lhoseumawe, Armiya S.Pd., M.M ini diharapkan dapat mendorong penguasaan media digital dikalangan guru SMK Negeri 3 Lhokseumawe.

“Pelatihan ini sangat penting bagi para guru untuk meningkatkan kualitas mereka dalam pembelajaran, khususnya di bidang penguasaan media digital yang belakangan terus berkembang begitu pesat,” ujar Armiya.

Mengusung tema Pelatihan Pembelajaran Daring Asinkron untuk Guru SMK Negeri 3 Lhokseumawe, pelatihan ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran di tengah pandemi. Media daring, disebut akan lebih mendominasi sistem pembelajaran di masa yang akan datang.

Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
Dok. SMK Negeri 3 Lhokseumawe.

“Untuk itu guru perlu dikenalkan dan dilatih untuk mengembangkan dan memanfaatkan media digital,” ujar Sayed Fachrurrazi, S.Si, M.Kom yang menjadi pemateri dalam pelatihan ini.  

Pada materi, peserta pelatihan diajari cara pembuatan video pembelajaran dengan menggunakan program Screencastify. Materi tersebut disampaikan oleh Sayed Fachrurrazi, S.Si., M.Kom. Dan materi terakhir disampaikan oleh Dr. Munirul Ula tentang Pemanfaatan media social untuk pembelajaran. Kedua materi tersebut disampaikan dengan metode tanya

Alasan lainnya dilatarbelakangi karena peserta yang rata-rata adalah guru yang ketika kuliah dulu belum mengenal media digital. “Jadi fokus kegiatan ini bukan kuantitas peserta, tetapi kualitas hasil. Diharapkan para peserta yang ikut pelatihan dapat menularkan pengalamannya kepada guru lain melalui pelatihan ini,” tambah Sayed.

Sebagai bahan evaluasi, diakhir penyampaian materi para peserta diberi tugas mengaplikasikan materi yang telah didapat dalam proses belajar mengajar di SMK Negeri 3 Lhokseumawe. Tim pengabdian juga akan melakukan pendampingan dan monitoring sebagai tindak lanjut. (*)