Fakta Terbaru Soal Sapi Kurus di UPTD Diskeswannak Aceh Saree

ACEHSATU.COM – Heboh kasus sapi kurus milik Pemerintah Aceh yang diurus Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan (Diskeswannak) Aceh di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Inseminasi Buatan Inkubator (IBI) Saree Aceh Besar mulai terungkap sedikit demi sedikit.

Kepala Dinas Peternakan Aceh, Rahmandi, menyebutkan tidak semua sapi yang berada di UPTD IBI diekspose. Sehingga masyarakat salah menduga, seakan-akan seluruh sapi yang ada di tempat tersebut terlantar dan kurus kerontang.

Padahal menurut Rahmandi, terdapat 480 ekor sapi yang ada di UPTD Saree. Ratusan sapi itu terbagi ke dalam beberapa cluster kandang pemeliharaan, antara lain kandang penggemukan, kandang sapi betina yang dalam keadaan bunting, kandang sapi untuk pemulihan dan proses penanganan, serta kandang sapi karantina.

Foto sapi-sapi yang terlihat kurus dan saat ini marak dibicarakan publik tersebut merupakan sapi-sapi yang berada di cluster kandang karantina. Di kandang tersebut memang terlihat banyak sapi kurus. Kondisi itu jauh berbeda dengan puluhan sapi besar yang berada di cluster kandang penggemukan, yang terlihat jauh lebih sehat.

“Tidak semuanya terekspose. Karena ada juga sapi-sapi yang menurut kami masih baik kondisinya. Kebetulan tadi yang banyak diekspose adalah sapi-sapi yang ada di (kandang) karantina,” kata Rahmandi, Jumat (05/06/2020).

Terkait kondisi sapi yang kurus tersebut, drh Nurlelawati dari UPTD IBI Sare mengemukakan alasan tersendiri. Dia mengatakan di antara sapi yang kurus itu ada juga sapi betina.

“Sapi betina itu seharusnya dia tidak boleh gendut-gendut sekali atau gemuk-gemuk, karena bisa menyebabkan lemak di rahim dan menghambat (kehamilan),” ungkap Nurlelawati.

Nurlelawati menjelaskan sapi-sapi di UPTD IBI Sare mendapat asupan gizi berupa rumput dan pakan konsentrat tambahan. Meskipun demikian, Nurlelawati tidak menampik jika ada sapi-sapi yang diserang parasit. Untuk itulah pihak UPTD IBI Sare menempatkan sapi-sapi tersebut di cluster kandang karantina untuk pemulihan.

“Biasanya petugas memberikan pakan secukupnya. Dalam arti konsentrat pagi hari. Konsentrat pun dia harus (dibagi bagi sapi bunting dan sapi biasa). Oh ini konsentrat yang (sapi) bunting, ini konsentrat (sapi) jantan,” jelas Nurlelawati.

Hal senada disampaikan Kepala UPTD IBI Sare, Zulfadli. Dia mengatakan di UPTD tersebut terdapat beberapa kandang sapi. “Yang paling ujung itu kandang penggemukan, kemudian kandang yang kita tempatkan untuk sapi-sapi betina, dan di ujung sana ada sapi ternak bunting,” kata Zulfadli saat ditemui di lokasi.

Kandang sapi untuk ternak bunting tersebut berada di sayap kanan cluster kandang sapi karantina yang mendapat banyak sorotan. Sementara di kandang sebelahnya diperuntukkan bagi hewan ternak yang baru saja disapih.

Menurut Zulfadli, sapi-sapi yang terlihat kurus kering dan ditempatkan dalam satu kandang diprioritaskan untuk karantina. “Jadi sapi-sapi yang kurang sehat kita tempatkan di sini,” ujar Zulfadli sambil menunjuk sapi-sapi kurus di kandang karantina.

Lebih lanjut Zulfadli mengatakan persentase jumlah sapi kurus di kandang karantina kurang dari 10 % dari total 480 ekor sapi yang ada di UPTD IBI Sare. “(Sapi kurus di kandang karantina) Lebih kurang sekitar 6%,” kata Zulfadli. (*)

Lihat Video Ini: