FAKTA TERBARU: Foto Mesum Zuraida Hanum Bersama Jefri Pembunuh Hakim Jamaluddin Diperlihatkan, Begini Reaksi Sang Ibunda

ACEHSATU.COM – Ibu dari Zuraida Hanum, Hayatun Nufus sontak bungkam saat diperlihatkan foto mesum Zuraida Hanum bersama Jefri yang berada didalam mobil. Jefri merupakan pembunuh bayaran untuk membunuh hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin.

Dikutip dari Tribunjakarta.com, Foto itu diperlihatkan Erintuah Damanik di sidang lanjutan pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin yang digelar di ruang Cakra VIII pada Rabu (27/5/2020).

Hal itu dilakukan Erintuah Damanik karena Hayatun Nufus mengaku hanya mengetahui kesalahan yang dilakukan Jamaluddin.

“Ibu tadi menyebutkan kalau Jamaluddin suka main perempuan, dan sering marah-marah dengan anak ibu. Tapi apakah ibu mengetahui apa yang dilakukan Zuraida Hanum dengan lelaki lain?” ujar Erintuah Damanik kepada Hayatun Nufus, seperti dilansir Tribunjakarta.com.

Hayatun Nufus lantas menjawab tak tahu.

Erintuah Damanik lantas menuturkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mirza Erwinsyah untuk membukakan BAP Zuraida Hanum yang berisikan foto mesum istri Jamaluddin.

“Ini nih bu, sini bu. Ibu lihat ini kelakuan anak ibu,” ucap Erintuah Damanik.

Saat ditunjukkan oleh hakim foto-foto tersebut, Ibunda Zuraida Hanum hanya terdiam saja.

Lebih lanjut, Hayatun Nufus mengklaim baru mengetahui hal tersebut setelah persidangan pekan kemarin.

“Saya tahu ini pada saat sidang lalu,” imbuh Hayatun Nufus.

Meski demikian, adik Zuraida Hanum, Evi mengetahuinya melalui beberapa media online yang dibacanya.

“Saya hanya tahu dari beberapa media online, dan baru ini langsung melihat foto tersebut,” jawab Evi.

Mendengar reaksi tersebut, Erintuah Damanik lantas menyayangkan hal tersebut terjadi.

“Saya kesalnya di sini, kenapa dia membunuh padahal diapun kelakuannya sama,” aku Erintuah Damanik.

Lebih lanjut, Erintuah Damanik mempertanyakan, apakah Hayatun Nufus ada menyarankan anaknya untuk bercerai saja.

Dijawab oleh Hayatun, tidak.

“Saya kesal, kenapa nggak diceraikan saja padahal kan itu sudah jelas dia berlaku kasar,” katanya.

Sisi Lain Hakim Jamaluddin

Ibu, adik dan anak kandung terdakwa Zuraida Hanum menuturkan sikap Jamaluddin di sidang lanjutan pembunuhan Hakim PN Medan.

Ketiganya dihadirkan sebagai saksi yang meringankan (ade charge).

Hayatun Nufus, ibu terdakwa Zuraida Hanum menuturkan Jamaluddin kerap marah-marah kepada keluarga Zuraida Hanum, termasuk dengan ibunya.

“Dia sering marah-marah kepada kami, dia kasar,” ujar Hayatun Nufus dilansir dari TribunMedan.

Lebih lanjut, ibu Zuraida Hanum mengaku melihat langsung Jamaluddin marah-marah kepada terdakwa Zuraida Hanum dikarenakan Kenny memakai mobil milik Eva.

“Waktu itu, dia marah-marah, dibilangnya bahwa mobil milik Eva (adik Zuraida Hanum) ingin dipakai oleh anak Jamaluddin, namun saat itu sedang dipakai oleh Eva,” ujar Hayatun Nufus.

Hayatun Nufus lantas menceritakan, Jamaluddin marah-marah ketika mobil yang hendak dipakai sang anak masih digunakan keluarga Zuraida hanum.

“Saat itu mobil merah milik Eva hendak dipakainya, dan Kenny meminta lagi untuk dipinjam besok. Lalu dijawab Zuraida bahwa besok ada keperluannya untuk memakai mobil. Saat itu langsung Kenny teriak histeris,” aku Hayatun Nufus.

Hayatun Nufus menegaskan, Jamaluddin langsung memaki dengan kata kasar kepada keluarga Zuraida Hanum.

“Siap itu, dia langsung memaki dan dibilangnya ke kami, berapa harga kau, anak siapa kau,” ujar Hayatun Nufus.

Namun saat ditanyakan hakim apakah ibu terdakwa melihat kejadian tersebut, ia menjawab tidak, dia hanya mendengar saja.

Kemudian disambungnya kepada Evi, adik terdakwa yang melihat langsung kejadian tersebut.

Evi menyatakan, apa yang dibilang Hayatun Nufus tersebut benar.

“Iya yang mulia, yang dibilang ibu saya itu benar,” aku Hayatun Nufus.

Selain itu, di jelaskannya ia penah hampir diperkosa oleh Jamaluddin yang saat itu berada di rumahnya.

Kejadian tersebut bermula di Jakarta dan berada dirumahnya dua tahun silam.

“Waktu itu kebetulan almarhum sedang bertugas di Jakarta,” katanya kepada Majelis Hakim Erintuah Damanik.

Diketahui, Jamaluddin sudah sering ke rumah Evi.

“Jadi setiap kali dia tugas ke Jakarta, dia pasti selalu menginap di rumah saya, walau hanya satu hari,” katanya.

Dikatakannya, Jamaluddin diberikan kamar sendiri dan khusus tamu.

“Dia sendiri, kami kasih kamar untuk tamu,” jelasnya.

Tiba-tiba suaranya berubah, dan menahankan nangis.

Kemudian dijelaskannya bahwa dia sempat ingin diperkosa oleh Jamaluddin yang saat itu sedang menginap di rumahnya.

“Kejadian itu pagi, sekitar jam 9. Suami saya pergi dengan anak-anak untuk beli jajan. Kemudian jamal memanggil saya, saya datang dengan maksud mana tahu dia memerlukan sesuatu. Namun ketika saya sampai di depan pintu kamarnya, saya ditarik dan dibekapnya,” katanya sambil menangis.

Ditanyakan Hakim, apakah ia teriak saat di bekap, ia mengatakan tidak, dengan alasan takut abang iparnya dipukuli massa.

Lihat Juga Video Ini:

Kemudian ditanyakan Hakim, apakah ia memberitahukan kakaknya perihal kelakuan abang iparnya tersebut, namun ia menjawab tidak.

“Tidak yang mulia, saya tidak cerita selama satu tahun kepada kakak saya,” jelasnya sambil ditanya oleh hakim bagaimana setelah kejadian tersebut.

“Setelah kejadian itu, saya blokir nomornya, dan saya nggak pernah lagi berkomunikasi dengannya,” jelasnya.

Namun setelah satu tahun dari kejadian tersebut, Jamaluddin menghubungi Evi dengan menggunakan nomor lain dengan mengatakan bahwa dia sedang berada di Jakarta.

“Dia ada menghubungi saya setelah setahun dengan nomor baru, dibilangnya dia ada di Jakarta. Namun tak saya gubris karena saya sudah jijik,” katanya.

Dijelaskannya lagi, Jamaluddin menghubunginya tepat saat rumah tangganya sedang dilanda masalah.

“Saat itu dia menghubungi saya saat keluarga saya sedang ada masalah, saya nggak tahu apa maksudnya namun tetap nggak saya gubris,” katanya. (*)