Nasional

Fakta-fakta Tsunami Palu Mulai Terkuak

Meski sudah ada beberapa teka-teki yang terjawab, namun skenario terjadinya tsunami masih menjadi tanda tanya besar.

ACEHSATU.COM |  PALU – Sepekan berlalu sejak tsunami yang menerjang kota Palu. Tsunami ini dipicu dari gempa bermagnitudo 7,4 di Donggala.

Banyak misteri terkait dampak gelombang “monster” yang menewaskan ribuan nyawa tersebut.

Namun, setelah lebih dari sepekan, satu per satu teka-teki mulai terjawab. Berikut ini 4 fakta yang terungkap:

Akhir Peringatan Dini

Banyak orang bertanya-tanya mengapa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami dengan cepat pada Jumat (28/09/2018).

BACA: Ini Penjelasan Badan Geologi Kenapa Sampai Terjadi Tsunami di Palu

Tentang tsunami yang kemudian menghantam Palu, BMKG mengatakan bahwa gelombang datang pada saat masih dalam periode peringatan dini.

Meskipun demikian, BMKG mengakui bahwa tsunami tersebut luput dari perhitungan. Alasannya, tidak ada data yang dapat diandalkan dari Palu.

Waktu Tsunami

Berhubungan dengan pegakhiran peringatan dini oleh BMKG tersebut, teka-teki paling besar dalam kasus tsunami di Palu adalah waktu terjadinya.

Tapi, teka-teki tersebut terungkap setelah BIG mendapat data dari stasiun pasang surut di Pantoloan, Palu.

Berdasarkan data tersebut, diketahui air surut maksimal terjadi Jumat (28/9/2018) pukul 18.08 WITA, sementara pasang maksimal terjadi pada pukul 18.10 WITA.

BACA: Musibah Tsunami Palu dan Militansi Relawan FPI dalam Mengevakuasi Mayat Korban

Artinya, tsunami Palu terjadi hanya berselang 8 menit setelah gempa.

Ketinggian Tsunami

Berdasarkan data dari stasiun yang sama, kini para pakar bisa memperkirakan ketinggian tsunami yang menerjang kota Palu. Sebelumnya, media memuat berbagai versi ketinggian gelombang.

Menurut Widjo Kongko, ahli tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ketinggian total tsunami di Palu pekan lalu adalah 3,6 meter.

Skenario Terjadinya Tsunami

Meski sudah ada beberapa teka-teki yang terjawab, namun skenario terjadinya tsunami masih menjadi tanda tanya besar.

Menurut Widjo, hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi secara detail sumber tsunami Palu Jumat (28/09/2018) lalu dari apa, terutama untuk menjawab apakah asumsi longsoran bawah laut dalam tsunami tersebut benar terjadi.

“Karena ini sebetulnya kan sumbernya sesar geser. Dan sesar geser biasanya tidak (menimbulkan tsunami) terlalu tinggi,” kata Widjo melalui sambungan telepon, Jumat (05/10/2018).

Sumber: KOMPAS.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top