Enam Alat Berat di Workshop PUPR Tamiang Mangkrak, Biaya Pemiliharaan Hanya 180 Juta

Dari 29 alat berat di workshop PUPR Aceh Tamiang, enam diantaranya tidak berfungsi karena ketiadaan biaya untuk melakukan perbaikan, sementara biaya perawatan hanya Rp 180 juta, jumlah tersebut tidak mencukupi karena sebagian besar alat berat tersebut sudah tua.
alat berat
Kepala UPTD Pengelolaan Alat Berat dan Perbekalan Dinas PUPR Aceh Tamiang, Syukrian, Jumat (23/12/2021) acehsatu.com

ACEHSATUCOM [ ACEH TAMI – Dari 29 alat berat di bengkel PUPR Aceh Tamiang, enam diantaranya tidak berfungsi alias mangkrak karena minimnya biaya untuk melakukan perbaikan, sementara biaya perawatan hanya Rp 180 juta, jumlah tersebut tidak mencukupi karena alat berat tersebut sudah berusia tua.

“Dari 29 alat berat yang kita miliki hanya 23 yang bekerja, sementara enam alat berat tidak bekerja yakni satu long up, greder satu, dua traktor dan dua dumtruk,” ujar Kepala UPTD Pengelolaan Alat Berat dan Perbekalan Dinas PUPR Aceh Tamiang, Syukrian kepada acehsatu .com, Jumat (24/12/2021)

Mekipun masih berfungsi karena umurnya sudah tua, saat beroperasi semua alat berat ini ada saja kerusakannya yang harus diperbaiki. “ Usia alat berat ini antara 8-10 tahun,” ujar Syukri lagi.

Sedangkan alat yang rusak saat ini mangkrak karena terkendala biaya perbaikan.

alat berat
Kepala UPTD Pengelolaan Alat Berat dan Perbekalan Dinas PUPR Aceh Tamiang, Syukrian didampingi staf pemeliharaan Rahmansyah memperlihatkan sejummlahh alat berat yang russak di workshop PUPR Acehh Tamiang. Jumat (24/12/2021) acehsatu.com/Muhammad Nasir

Dijelaskan Syukri, selama pendemi Covid biaya pemiliharaan alat berat menurun dari sebelumnya sekitar Rp 300 juta kini tinggal Rp 180 juta, tentu saja biaya ini kita siasati agar cukup, jika kerusakannya membutuhkan biaya besar untuk membeli onderdil terpaksa kita tunda dulu perbaikannya.

“Jika kita menggunakan biaya pemiliharaan tersebut untuk membeli onderdil yang mahal, dikawatirkan 23 alat berat lain yang sudah berumur dan sering rusak saat beroperasi tidak ada biaya lagi,” tambah Syukri

Walaupun demikian, 23 alat berat ini terus bekerja untuk menghasilkan pendapatan daerah, demikian Kepala UPTD Pengelolaan Alat Berat dan Perbekalan Dinas PUPR Aceh Tamiang, Syukrian (*)