Empat Ton Solar Subsidi dan Lima Mobil Diamankan Polres Nagan Raya

Ada pun terduga pelaku yang saat ini sudah ditahan di Mapolres Nagan Raya, kata dia, masing-masing berinisial ES (42) warga Desa Suka Raja dan BN (58) warga Desa Suak Palembang, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.
Sejumlah barang bukti hasil kejahatan dugaan penimbunan BBM solar bersubsidi saat diamankan di Mapolres Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Jumat (15/4/2022). (ANTARA/HO-Dok Polres Nagan Raya)

ACEHSATU.COM | Nagan Raya – Empat ton solar subsidi dan Lima mobil diamankan Polres Nagan Raya.

Sebanyak empat ton bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi yang diduga ditimbun di sejumlah lokasi berbeda di kawasan Kecamatan Darul Makmur di aman kan oleh Petugas kepolisian Polres Nagan Raya, Provinsi Aceh.

“Kasus ini berhasil kami ungkap setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, terhadap aktivitas dugaan penimbunan BBM solar subsidi,” kata Kapolres Nagan Raya AKBP Setiyawan Eko Prasetiya melalui Kasat Reskrim AKP Machfud, Jumat.

Sebelumnya pada Rabu (13/4) lalu, petugas kepolisian setempat juga menangkap dua orang terduga pelaku penimbun BBM bersubsidi di kawasan Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Baca juga: Sopir Beserta Truk Dengan Tangki BBM Dimodifikasi di Tangkap Polresta Banda Aceh

AKP Machfud menjelaskan penimbunan BBM solar subsidi tersebut diduga dilakukan oleh empat pelaku, yang berhasil ditangkap polisi di sejumlah desa di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Ada pun terduga pelaku yang saat ini sudah ditahan di Mapolres Nagan Raya, kata dia, masing-masing berinisial ES (42) warga Desa Suka Raja dan BN (58) warga Desa Suak Palembang, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Baca juga: Seorang Warga Terduga Penimbunan Solar di Aceh Selatan Ditangkap Polisi

Kemudian MI (36) dan AJ (48) keduanya warga Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Selain menangkap empat pelaku penimbun BBM solar subsidi, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya lima unit mobil yang diduga digunakan pelaku untuk mengangkut BBM.

Kelima kendaraan tersebut diantaranya Isuzu Panther hijau tua dengan nomor polisi BL 1044 RA, satu unit  mobil Isuzu Panther Pick Up warna hitam nomor polisi BL 8227 VL, satu unit mobil L-300 Pick Up warna hitam dengan nomor polisi BL 1735 NB.

Kemudian satu unit mobil Panther Pick Up warna hitam dengan nomor polisi BL 8363 ZW, serta satu unit mobil Chevrolet warna hitam dengan Nopol BL 8258 LZ.

Tidak hanya itu polisi juga mengamakan empat unit drum kosong ukuran 200 liter minyak, dan 51 jeriken kosong ukuran 34 liter, serta 4.000 liter BBM solar bersubsidi.

Kasat Reskrim AKP Machfud menyebutkan ke empat pelaku akan dikenakan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman pidana penjara selama 6 tahun, dana denda paling tinggi Rp60 miliar.

“Kami imbau masyarakat jangan coba-coba melakukan penimbunan minyak solar bersubsidi, jika ditemukan kami tindak sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku,” demikian AKP Machfud.