Empat Ruko di Sinabang Terbakar, Satu Warga Ikut Terbakar

Korban Jarisman (35) seorang warga Dusun Blang Padang, Desa Air Pinang, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue.
Ruko di Sinabang Terbakar
Penyidik Polres Simeulue, Provinsi Aceh, melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi musibah kebakaran yang menghanguskan empat unit rumah toko di Dusun Blang Padang, Desa Air Pinang, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Senin (25/1/2021). (ANTARA/HO-Dok. Polres Simeulue Aceh)

Empat Ruko di Sinabang Terbakar, Satu Warga Ikut Terbakar

ACEHSATU.COM | MEULABOH – Empat ruko di Sinabang terbakar dan menyebabkan satu orang menjadi korban.

Korban Jarisman (35) seorang warga Dusun Blang Padang, Desa Air Pinang, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue.

Ia terpaksa mendapatkan perawatan medis setelah mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya saat terjadinya musibah kebakaran.

Selain menyebabkan seorang pemilik rumah terbakar, sebanyak empat unit rumah toko milik warga di daerah kepulauan terluar Aceh tersebut juga ikut rata dengan tanah.

“Kalau kondisi korban mengalami luka berat setelah ikut terbakar,” kata Kapolres Simeulue Aceh AKBP Agung Surya Prabowo SIK diwakili Kasat Reskrim Iptu Muhammad Rizal didampingi Paur Humas Efriadi Saputra yang dihubungi ANTARA dari Meulaboh, Senin.

Menurut Iptu Muhammad Rizal, korban Jarisman mengalami luka bakar di bagian kaki hingga ke bagian pinggang, termasuk bagian tangan kanannya.

Ruko di Sinabang Terbakar
Penyidik Polres Simeulue, Provinsi Aceh, melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi musibah kebakaran yang menghanguskan empat unit rumah toko di Dusun Blang Padang, Desa Air Pinang, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Senin (25/1/2021). (ANTARA/HO-Dok. Polres Simeulue Aceh)

Guna mengungkap penyebab kasus kebakaran tersebut, polisi juga telah menurunkan tim identifikasi ke lokasi kebakaran guna memastikan penyebabnya.

“Kalau untuk total kerugian dari musibah ini ditaksir mencapai Rp1 miliar,” kata Iptu Muhammad Rizal menegaskan. (*)