Empat Anak Muda Tanggung Ditangkap di Kawasan Waduk Krueng Neng Banda Aceh

Empat Anak Muda Tanggung Ditangkap di Wawasan Waduk Krueng Neng Banda Aceh. Personel gabungan Tim Rimueng Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh dan Polsek Darul Imarah menangkap empat remaja tanggung di Gampong Lam Jame
Empat Anak Muda Tanggung Ditangkap di Kawasan Waduk Krueng Neng Banda Aceh
Empat Anak Muda Tanggung Ditangkap di Wawasan Waduk Krueng Neng Banda Aceh. Personel gabungan Tim Rimueng Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh dan Polsek Darul Imarah menangkap empat remaja tanggung di Gampong Lam Jame

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Empat Anak Muda Tanggung Ditangkap di Wawasan Waduk Krueng Neng Banda Aceh. Personel gabungan Tim Rimueng Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh dan Polsek Darul Imarah menangkap empat remaja tanggung karena terlibat aksi pencurian sepeda motor di Banda Aceh.

“Tiga dari keempat tersangka itu disergap di kawasan Waduk Krueng Neng, Gampong Lamjame, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, yakni ADN (17), SP (18) dan MR (17),” kata Kasat Reskrim Kompol M Ryan Citra Yudha, di Banda Aceh, Sabtu.

Lalu, kata Ryan, seorang pelaku lainnya, MK (16) ditangkap di rumahnya di salah satu gampong di Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Ryan mengatakan, para tersangka terlibat pencurian sepmor milik Fahrur Razi (24) warga Gampong Lamsie Daya, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Sepmor Honda Supra NF 125 BL 5703 LP yang digondol para pelaku tersebut dilaporkan hilang pada Selasa (18/1) malam ke Polsek Darul Imarah, setelah M Nasir (ayah korban) memarkirkan sepmor anaknya itu di teras rumah.

“M Nasir masuk ke dalam rumah dan keesokan harinya, Rabu (19/1) siang, sekitar pukul 14.00 WIB, sepmor yang diparkirkan itu sudah hilang,” ujarnya.

Setelah peristiwa itu, kata Ryan, korban Fakhrur Razi membuat laporan polisi ke Polsek Darul Imarah, dengan Nomor: LPB/03/I/YAN.2.5/2022/Polsek Darul Imarah.

“Hasil penyelidikan dan informasi masyarakat diketahui para pelaku sedang berada di kawasan Waduk Krueng Neng, Gampong Lamjame, Kecamatan Jaya Baru,” kata Kompol Ryan

Berita Sebelumnya Pelaku Perkosa Santri Berstatus Kepala Baitul Mal Sekaligus Pimpinan Dayah di Aceh Tenggara.

Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara, SA ditangkap polisi dengan tuduhan perkosaan terhadap santrinya sendiri yang masih di bawah umur.

Selain menyandang status sebagai Kepala Baitul Mal, sosok SA juga diketahui merupakan seorang pimpinan salah satu dayah (pondok pesantren) yang ada di kabupaten setempat.

Modus SA menjalankan aksinya berpura-pura meminta dipijit, hingga tega menyetubuhi anak didiknya sendiri. Aksi bejat itu pun telah dilakukan berulang kali sejak Agustus 2021 lalu.

Atas perbuatanya, SA kini telah ditangkap dan meringkuk di balik jeruji besi sel tahanan Mapolres Aceh Tenggara. 

“Dugaan pemerkosaan tersebut pertama kali terjadi pada Agustus 2021 dan terakhir pada 19 Januari 2022. Korban tidak berani melapor karena takut, apalagi pelaku merupakan pimpinan dayah,” kata Kombes Pol Winardy.

Karena status pelaku itu, sehingga korban merasa takut untuk melaporkan kepada orang tua dan saudaranya. Selain itu, malu dengan teman-temannya juga menjadi alasan lainnya.