Emak-emak Beraksi: Tuntut Sekda dan Alhudri Minta Maaf

Puluhan emak-emak berunjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh di Banda Aceh, Selasa (28/9/2021).
Tuntut Sekda dan Alhudri Minta Maaf
Massa emak-emak saat melakukan unjuk rasa ke kantor Dinas Pendidikan Aceh, Selasa (28/9/2021) (ANTARA/HO)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Puluhan emak-emak berunjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh di Banda Aceh, Selasa (28/9/2021).

Mereka, menuntut Kepala Disdik Aceh Alhudri dan Sekda Aceh minta maaf kepada kepala sekolah.

Demonstrasi tersebut merupakan buntut dari statemen Kadisdik Aceh Alhudri yang dinilai tidak pantas terkait vaksinasi terhadap siswa beberapa waktu lalu.

“Kami adalah wali murid yang anak juga bersekolah. Pernyataan tersebut tidak layak disampaikan oleh seorang pejabat kepala dinas,” kata Yulinda Wati, pengunjuk rasa mengutip ANTARA.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri mengultimatum kepala sekolah SMA/SMK dan SLB di provinsi itu mengundurkan diri dari jabatan apabila cakupan vaksinasi siswa masih rendah.

“Ini saya tegaskan kepada kepala sekolah SMA, SMK dan SLB, jika tidak mampu maka saya persilakan mundur saja,” kata Alhudri saat mendampingi Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah berkunjung ke SMK Negeri 2 Blang Kejeren, Kabupaten Gayo Lues, Minggu (19/9).

Alhudri memberi batas waktu percepatan vaksinasi siswa tersebut hingga 30 September 2021 dan apabila hingga batas waktu vaksinasi tidak mampu disukseskan, maka dia mempersilahkan kepala sekolah untuk mengundurkan diri.

Tuntut Sekda dan Alhudri Minta Maaf
Massa emak-emak saat melakukan unjuk rasa ke kantor Dinas Pendidikan Aceh, Selasa (28/9/2021) (ANTARA/HO)

Selain itu, kata Yulinda, pihaknya juga menuntut soal pernyataan Sekda Aceh Taqwallah terkait sekolah yang tidak melaksanakan vaksin maka dana bos akan dihentikan.

Yulinda mengatakan semua orang saat ini sedang melakukan upaya untuk menyadarkan masyarakat terkait pentingnya vaksinasi COVID-19.

“Akan tetapi jika bahasa yang dikeluarkan seperti itu, maka akan ada penolakan di masyarakat. Ini memicu konflik masyarakat dengan kepala sekolah,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, massa juga membentangkan spanduk bertuliskan Alhudri dan Sekda Aceh harus meminta maaf kepada seluruh kepala sekolah di Aceh, serta untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Tak hanya itu, spanduk lainnya juga bertuliskan KPK “Tolong periksa Alhudri selama massa COVID-19 kekayaannya nambah”. (*)