Eks Kapolsek Soppeng Tewas Tikam, Tak Terima di Salip

Peristiwa penikaman terjadi di depan rumah Kamaruddin sendiri, yakni di Kecamatan Lilirilau, Soppeng, Sulawesi Selatan, Rabu (9/2) sekitar pukul 17.00 Wita. Polisi memburu pelaku pembunuhan polisi yang sudah pensiun pada 2018 itu
Pembunuhan Warga Samatiga
Ilustrasi pembunuhan

ACEHSATU.COM | Jakarta – Eks Kapolsek Soppeng Tewas Tikaman, Tak Terima di Salip. Kamaruddin Mantan Kapolsek di Kabupaten Soppeng, tewas ditikam oleh orang tidak dikenal. Penikaman keji itu Terjadi diawali oleh salip-salipan kendaraan di jalanan.

“Korban inisial KR pangkat terakhir Kompol,” kata Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Noviarif Kurniawan kepada detikcom, Kamis (10/2/2022).

Peristiwa penikaman terjadi di depan rumah Kamaruddin sendiri, yakni di Kecamatan Lilirilau, Soppeng, Sulawesi Selatan, Rabu (9/2) sekitar pukul 17.00 Wita. Polisi memburu pelaku pembunuhan polisi yang sudah pensiun pada 2018 itu.

Orang-orang yang datang ke rumah Kamaruddin ada empat orang, sedangkan orang yang menikam Kamaruddin ada satu orang.

Ternyata, awal peristiwa ini adalah salip-salipan. Jadi, pelaku sempat disalip oleh putra korban.

Salip-salipan

Menurut Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Noviarif Kurniawan, awalnya putra korban melintas di jalanan dan menyalip pelaku. Pelaku yang diduga tidak terima lantas mengejar anak korban hingga di depan rumah korban.

“Kalau ditanya kronologi memang ada momen di mana anak korban melakukan penyalipan, melewati pelaku di jalanan,” kata Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Noviarif Kurniawan kepada detikcom.

Saat mengejar putra korban, pelaku diketahui bersama sejumlah rekannya yang lain.

“(Karena dikejar) Anak korban memilih lebih cepat lagi mengendarai motornya sampailah di depan rumah (korban)” tutur Noviarif.

Setiba di depan rumahnya, putra korban lantas cekcok dengan pelaku sehingga korban yang mendengar keributan segera keluar rumah. Saat mendekati pelaku, korban ditikam pada bagian dada hingga tewas di lokasi.

“Ditikam satu kali di dada,” ungkap Noviarif.

Terkait dugaan motif pelaku tak terima disalip, Noviarif mengatakan pihaknya masih akan melakukan pendalaman. Polisi saat ini masih fokus memburu pelaku.

“Itu cerita yang kita dapat (tidak terima disalip) itu mungkin cerita di kampung, tapi kalau dari penyidik masih harus dipastikan lagi,” sambung Noviarif.

Selanjutnya, lokasi persembunyian pembunuh:

Lokasi persembunyian pembunuh
Polisi mengejar pembunuh Kamaruddin. Nama-nama sudah diketahui polisi, lokasinya juga sudah diketahui.

“Istilahnya, tinggal tunggu waktu tepat saja (untuk mencokok),” kata Iptu Noviarif.

Pelaku penikaman langsung melarikan diri setelah membunuh korban. “Sudah kantongi beberapa nama jadi mereka sementara dalam pengejaran,” katanya.

Menurut Noviarif, total terduga pelaku setidaknya berjumlah 4 orang. Hasil penyelidikan mengungkap pelaku penikaman berjumlah 1 orang dan 3 orang lainnya bersifat pasif di TKP.

“Karena temannya yang lain pasif makanya keempat-empatnya harus diamankan dulu, dari situ baru bisa kita kembangkan sejauh mana perang masing-masing sesuai keterangan saksi,” kata Noviarif.