Efek Lebaran, Dalam Sepekan Aceh Tambah 980 Kasus Covid-19

Dugaan kenaikan kasus tersebut berdasarkan asumsi epidemiologis tentang riwayat alamiah penyakit. Riwayat alamiah penyakit (natural history of disease) merupakan salah satu elemen utama epidemiologi diskriptif, tentang perjalanan waktu dan perkembangan penyakit pada individu, sejak paparan dengan virus corona hingga terjangkit Covid-19" Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani.
Covid Aceh
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG). Foto Dok Humas Aceh

Efek Lebaran, Dalam Sepekan Aceh Tambah 980 Kasus Covid-19

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Efek libur bersama Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dalam sepekan dari 17-23 Mei-2021 penamabhan kasus Covid-19 di Aceh mencapai 980 kasus. Kondisi ini diduga akibat aktifitas sosial warga menjelang lebaran dan mudik.

“Warga sulit menjaga jarak saat berbelanja persiapan lebaran,dan suasana mudik di gampong, ffek mudik kita perkiarakan hingga akhir Juni 2021,” ujar  Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), Senin (24/5/2021)

Dijelaskan SAG, dugaan kenaikan kasus tersebut berdasarkan asumsi epidemiologis tentang riwayat alamiah penyakit. Riwayat alamiah penyakit (natural history of disease) lanjutnya,  merupakan salah satu elemen utama epidemiologi diskriptif, tentang perjalanan waktu dan perkembangan penyakit pada individu, sejak paparan dengan virus corona hingga terjangkit Covid-19

“Secara teoretis, masa inkubasi Covid-19 sekitar 1-14 hari setelah terjadi penularan virus corona. Masa inkubasi adalah periode waktu terjadi paparan virus hingga munculnya gejala penyakit,” urai SAG dan menambahkan, munculnya gejala Covid-19 di Indonesia, biasanya pada hari kelima atau hari keenam, setelah seseorang tertular atau terinfeksi virus corona, jelasnya.

Pandemi Corona
Ilustrasi COVID-19 (Foto: Edi Wahyono)

Bila kita lihat lonjakan kasus di Aceh, lanjut SAG mulai 17 Mei 2021 dengan penambahan 91 kasus, hari berikutnya 128 kasus, terus 147 kasus, kemudian 199 kasus, lalu 176 kasus, berikutnya lagi 135 kasus, dan Minggu (23/5/2014) 104 kasus, dapat diasumsikan kasus-kasus baru itu merupakan manifestasi virus corona yang terpapar dalam periode mudik, 12-16 Mei 2021

 Efek paparan virus corona masa mudik itu bisa berlangsung hingga akhir Juni 2021,karena masa inkubasi Covid-19 itu 1-14 hari. Karena itu, kasus-kasus baru Covid-19 diduga akan tetap tinggi beberapa pekan ke depan.

“Hari ini (24/4/2021) bertambah lagi 167 orang terkonfirmasi positif Covid-19, dan masih berpotensi terjadi transmisi dalam klaster mudik tersebut,” ungkap SAG lagi.

Akan tetapi, kata SAG, masa transmisi penularan dan penyebarannya dapat dipersingkat melalui kesadaran bersama, yakni mereka yang terkait klaster mudik tersebut selalu memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, menghindari bepergian, dan disiplin mencuci tangan dengan memakai sabun, sesuai protokol Kesehatan.

Baca :Kapolda Aceh: Kita Harus Belajar dari Lonjakan COVID-19 di India

Baca : Kasus Positif Corona di Aceh Menjadi 9.207 Orang

“Protokol kesehatan masih satu-satunya cara yang efektif memutuskan penularan Covid-19,” ujar Jubir yang Magister Kesehatan Masyarakat bidang studi Epidemiologi Komunitas itu.

Menurut dia, riwayat alamiah Covid-19 perlu menjadi pengetahuan publik, sehingga ada kesadaran kolektif melawan virus corona. Kebijakan Pemerintah Aceh semata-mata demi keselamatan seluruh masyarakat Aceh.

“Mari bahu-membahu dengan Satgas Covid-19 Aceh dan kabupaten/kota untuk melawan virus yang telah banyak menelan korban itu,”  ajaknya Jubit Sargas Covid-19 Aceh ini (*).