Efek Eksploitasi Tambang Linge bagi Kehidupan Kaum Perempuan dan Anak-anak

Apa yang akan dialami oleh perempuan dan anak akibat perubahan yang akan terjadi jika eksploitasi tambang yang berimbas pada kehidupan perempuan tidak menjadi petimbangan pemerintah dan pengusaha tambang
Efek Tambang bagi Kehidupan
Sri Wahyuni sedang Memaparkan materi dalam kegiatan Pelatihan Jurnalis Warga. Foto: Acehsatu.com | Ayu

ACEHSATU.COM | Aceh Tengah,- Perempuan dan kelompok perempuan tidak pernah diminta pendapatnya tentang tambang. Padahal efek tambang bagi kehidupan perempuan dan anak- anak memiliki dampak besar atas perubahan lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur YAB Aceh, Sri Wahyuni dalam kegiatan pelatihan jurnalis warga yang digelar oleh Acehnesia.com  di Aula Kantor Camat , Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah pada (16/01/2022).

Sri Wahyuni mengungkapkan, jika eksploitasi pertambangan di Linge,  Aceh Tengah dilakukan, tidak hanya terjadi kerusakan alam semata, akan tetapi akan berdampak terhadap kesehatan kaum perempuan dan anak-anak dalam jangka panjang.

Sri Wahyuni menjelaskan, salah satu efek dari tambang  yang akan dialami oleh kaum perempuan, terganggunya reproduksi atau rahim kaum perempuan yang tinggal disekitar tambang akibat dari bahan kimia limbah pertambangan yang membuat udara, air  tercemar dan makanan beracun.

Sehingga, nantinya perempuan beresiko tidak bisa mengandung karena alat reproduksi perempuan rusak akibat dari air dan makanan yang dikonsumsi sehari hari telah tercemar oleh limbah tambang.

“Perempuan dan anak-anak butuh air bersih, udara sehat, makanan tanpa racun”, ujar Sri Wahyuni dengan nada tegas.

Selain itu,  lanjut Sri Wahyuni, berbagai penyakit akan menyerang anak-anak dan perempuan, bahka bayi yang masih dalam kandungan juga beresiko besar lahir dengan gangguan- gangguan sehingga menjadi anak yang berkebutuhan khusus.

“Apa yang akan dialami oleh perempuan dan anak akibat perubahan yang akan terjadi jika eksploitasi tambang yang berimbas pada kehidupan perempuan tidak menjadi petimbangan pemerintah dan pengusaha tambang”, ujar Sri Wahyuni

Perempuan dan anak merupakan kaum yang lemah dan kaum yang memiliki resiko besar menjadi korban terhadap bencana apapun, termasuk bencana kehancuran alam akibat eksplorasi tambang.

“Setelah kehancuran lingkungan terjadi perempuan akan sangat kesulitan meminta rehabilitasi dan pemulihan”, sebut Sri Wahyuni.

Menurutnya, tambang bukan solusi terbaik bagi peningkatan ekonomi rakyat Aceh dan Gayo pada umumnya, karena tambang hanya akan dinikmati oleh segelintir orang saja.

Akan tetapi, lanjut Wahyuni resiko dari limbah tambang tersebut bisa merugikan dan membahayakan seluruh masyarakat Aceh, tak terkecuali.

“Kita bukan bagian dari masyarakat anti kemajuan dan pembangunan. Kita hanya ingin pembangunan yang berkeadilan, alam lestari rakyat sejahtera”, pungkas Sri Wahyuni