oleh

Edi Fadil, Inspirator Muda Penggagas Gerakan Cet Langet

Edii Fadil (tengah), bersama pengurus HMI Komisariat Fakultas Ekonomi Unsyiah, usai mengisi serial diskusi "Berbagi Ilmu dan Pengalaman di Sekretariat KAHMI Aceh di Lampineung, Banda Aceh (24/9/2016). | ACEHSATU.COM/Mustakim
Edii Fadil (tengah), bersama pengurus HMI Komisariat Fakultas Ekonomi Unsyiah, usai mengisi serial diskusi “Berbagi Ilmu dan Pengalaman di Sekretariat KAHMI Aceh di Lampineung, Banda Aceh (24/9/2016). | ACEHSATU.COM/Mustakim

Laporan Mustakim
ACEHSATU.COM, BANDA ACEH – Peringatan milad ke 50 Korps Alumni HMI (KAHMI) ditandai dengan digelarnya serial diskusi Berbagi Ilmu dan Pengalaman sesama kader HMI Aceh, di sekretariat KAHMI, Sabtu (22/9/2016).

Dalam kegiatan itu, panitia menghadirkan salah seorang pemateri, yaitu sosok muda inspiratif bernama Edil Fadil.

Edi Fadil tidak hanya dikenal sebagai aktivis sosial kemasyarakatan. Pria asal Aceh Utara ini juga aktif menggeluti berbagai bidang kegiatan. Mulai dari memimpin Sekolah Demokrasi Aceh Utara (SDAU) dan dipercaya mengemban posisi direktur pada Perkumpulan Sepakat.

Di usia masih menginjak 32 tahun, Edi juga aktif berpetualang di dunia maya, khususnya media sosial Facebook.

Melalui sarana itu ia mengelola Gerakan Cet Langet, yaitu gerakan menggugah kepedulian semua pihak kepada kaum miskin.Gerakan itu ia wujudkan dengan mengunggah rumah-rumah milik para kaum miskin (dhuafa) di Aceh tidak layak huni .

Upaya yang Edi lakukan bukan tanpa hasil. Program perubahan itu berbuah manis dan kini hasilnya telah dapat dinikmati puluhan masyarakat miskin. Bahkan berbagai kegiatan pembangunan rumah yang diinisiasi itu kerap ia unggah di wall facebook miliknya.

Selain program pembangunan rumah dhuafa, Edi juga diketahui memiliki perhatian dan keprihatinan yang tinggi terhadap anak-anak yang terancam putus sekolah dengan menggagas Gerakan Mari Berbagi (GMB). Yaitu sebuah program donasi dalam bentuk beasiswa kepada anak-anak putus sekolah sebesar Rp175 ribu hingga Rp200 ribu per anak untuk tiap bulannya, berbasis Facebook.

Lagi-lagi, langkah maju Edi turut memperoleh dukungan dari banyak kalangan. Beberapa di antaranya bahkan ikut menjadi donatur. Saat ini, terdapat sebanyak 75 anak yang menjadi penerima manfaat program GMB. Mayoritas mereka adalah anak dari keluarga tidak mampu.

Kehadiran sosok Edi di kegiatan serial diskusi Berbagi Ilmu dan Pengalaman tentu memiliki arti sendiri bagi peserta yang hadir. Tak heran, tampilnya Edi mengisi kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan milad KAHMI ke 50 di sekretariat KAHMI, di jalan Tgk Cot Plieng Lampineung, Banda Aceh, itu, begitu disambut antusias.(*)

Komentar