Dyah Minta Sekolah Eduksi Anak Dari Bahaya Covid

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Aceh, Dr Dyah Erti Idawati, mengajak semua pihak berkomitmen untuk melindungi anak dari paparan Covid-19 dengan cara memberi pemahaman tentang bahaya covid.
anak
Ketua TP PKK Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Aceh, Dr Dyah Erti Idawati, mengajak semua pihak berkomitmen untuk melindungi anak dari paparan Covid-19 dengan cara memberi pemahaman tentang bahaya covid.

Salah satu caranya lanjut Dyah, dapat disampaikan di sekolah untuk mengedukasi akan bahaya viruis covid ini

“Tidak semua kita dapat mengawal anak-anak sampai ke desa-desa. Karena itu menjadi peran kita bersama mengedukasi dan melindungi anak-anak di sekolah,” kata Dyah pada Webinar Hari Anak Nasional dengan tema ‘Melindungi Anak dari Covid-19 di Rumah dan Sekolah’, Sabtu (24/07/2021).

Dijelaskan Dyah, anak-anak sangat berpotensi terpapar covid. Jika dulu disebut anak punya imun tinggi, namun dengan varian-varian baru yang mulai muncul, anak anak juga berpotensi besar untuk terpapar covid.

“Rencana belajar tatap muka pada tahun ajaran baru, anak-anak benar-benar harus dilindungi mereka harus diberi pemahaman apa covid, bagaimana yang dinamakan protokol kesehatan,” ujar Dyah dan menambahkan, di tangan bapak ibu guru semua disandarkan harapan untuk melindungi anak-anak ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Aceh, dr Raihan, mengatakan per 21 Juli 2021, ada 12,8 persen anak di Indonesia yang terpapar covid, artinya setiap delapan orang terpapar covid, satu diantaranya anak-anak.

Ilustrasi : Lindungi Anaka Dari Bahaya Covid

“Kematian anak di Indonesia saat ini mencapai satu persen dari prosentase kemarin akibat Covid-19, sementara di Aceh, sampai saat ini 937 anak terkonfirmasi positif covid, 22 di antaranya meninggal dunia,” ujar dr Raihan.

Secara khusus, dr. Raihan menyampaikan kepada orang tua bahwa obat yang paling penting bagi anak yang terpapar covid adalah pemantauan. “Selalu pantau suhu tubuh anak, laju nafas, anak mau makan apa tidak,” kata dr. Raihan.

Selaian itu, anak harus dipastikan mengonsumsi obat, vitamin, zink, vitamin D dan obat demam. Jangan sesekali memberikan obat anti virus atau antibiotik tanpa rekomendasi dari dokter  harap Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Aceh  ini (*)