Dukung Jerinx soal Konspirasi COVID-19, dr Tirta: Resiko Kalau Kita Bersuara Pasti Ada Ancaman

Sejak awal tahun ini muncul beragam teori konspirasi terkait virus Corona. Beberapa selebriti Tanah Air pun turut menyuarakan pendapatnya terkait teori tersebut, mulai dari Jerinx hingga dr Tirta.

ACEHSATU.COMSejak awal tahun ini muncul beragam teori konspirasi terkait virus Corona. Beberapa selebriti Tanah Air pun turut menyuarakan pendapatnya terkait teori tersebut, mulai dari Jerinx hingga dr Tirta.

Kali ini pria yang berprofesi sebagai selebgram tersebut pun kembali membuat heboh dengan ucapannya di instagram. Ia mengaku jika dirinya dilaporkan oleh beberapa pihak terkait UU ITE.

dr Tirta Mandira Hudi / Foto: Instagram/dr.tirta

“Banyak orang yang melaporkan, banyak orang yang ngelaporin cuman gara-gara saya nge-repost atau apapun. Ya sudah itu resiko kalau kita bersuara pasti ada ancaman UU ITE dkk, terserahlah, toh hidup kita cuma sekali juga,” papar dr Tirta. Seperti dilansir detikcom, Sabtu (17/10/2020).

Meski begitu dirinya tak gentar. Ia pun kembali melontarkan ide-ide liar dan menuliskan perihal kebebasan berpendapat yang sempat dicuitkannya itu.

“Logika liar kok ga boleh wkwkw. Otak ya otak gue kok diatur-atur. Apa-apa main lapor, UU ITE lah, apalah, karena beda pendapat. Penjara penuh karena orang beropini. Kalo lu mau pendapat sama semua, ke Korut atau China aje sono. Takut tuh sama Allah boskuu,” tulisnya.

dr Tirta pun menyoroti langkah pemerintah terkait penangan COVID-19, seperti bergabung dalam COVAX. Ia pun mengatakan jika teori konspirasi tentang COVID-19 benar adanya. Sebagaimana yang sempat ramai diteriakan oleh Jerinx SID.

“Jadi apa yang diteriakkan Jerinx dan FE 101 tentang konspirasi COVID-19 di elite global akhirnya terbukti,” ungkap dr Tirta.

Ada banyak kejanggalan yang terjadi terkait pandemi tersebut. Bahkan tak hanya di Indonesia, WHO pun melontarkan pernyataan yang cukup aneh bagi dr Tirta. Ia menuliskan jika belum lama ini David Navarro (Sekjen WHO) menyatakan jika yang lockdown adalah hal yang tak penting.

Tak sampai di situ saja, ia juga menyoroti keputusan pemerintah untuk membeli vaksin asal China yang belum teruji hingga ke tahap 3. Apalagi menurutnya Indonesia menjadi negara yang paling banyak memberi vaksin tersebut.

Vaksin tersebut pun akan diberikan pertama kali pada nakes dan relawan yang berada di garda terdepan dalam penanganan COVID-19. Untuk kali ini dr Tirta tak memprotes, hanya menambahkan jika seharusnya vaksin itu diberikan juga pada pejabat-pejabat pemerintahan.

“Saya meminta PEJABAT duluan yang pertama disuntik vaksin. Barengan ama saya. Yok, mosok aku tok bos (ya, masa saya aja bos),” tulisnya pada salah satu poin di unggahannya. (*)