Dukung Gerakan Non Tunai, Bank Aceh Sediakan Mesin EDC

“Transaksi melalui kartu debit Bank Aceh terus meningkat. Penyediaan EDC tentunya dapat meningkatkan valuasi transaksi non tunai, baik dari segi jumlah maupun nilai transaksi. Ini sekaligus mendukung gerakan nasional non tunai yang digalakkan oleh pemerintah”
Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman, melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu debit dan EDC Bank Aceh, di salah merchant, Banda Aceh, Rabu,(8/12/2021)

ACEHSATU.COM | Banda Aceh,- Setelah meluncurkan sejumlah produk seperti Action Mobile Banking, Kartu Debet, Quick Response Indonesian Standard (QRIS), Cash Recycling Machine (CRM) atau ATM setor tarik, kini bank Aceh menghadirkan layanam Electronic Data Capture (EDC).

Layanan EDC telah tersedia sejak 3 Desember 2021 telah hadir di sejumlah merchant yang bekerja sama dengan Bank Aceh, ujar Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh, Yusnimar kepada acehsatu.com, Kamis (09/12/2021).

Yusnimar mengatakan, penyediaan EDC merupakan komitmen optimalisasi layanan non tunai dari Bank Aceh. Dijelaskan, setelah penerapan Qanun LKS Nomor 11 Tahun 2018, beberapa bank konvensional dan bank yang tergabung dalam di Aceh menarik dan merelokasi layanan EDC di sejumlah merchant.

Hal tersebut berdampak pada kurang optimalnya layanan non tunai bagi nasabah perbankan, baik Bank Aceh maupun bank lainnya di Aceh, kata Yusnimar.

“Transaksi melalui kartu debit Bank Aceh terus meningkat. Penyediaan EDC tentunya dapat meningkatkan valuasi transaksi non tunai, baik dari segi jumlah maupun nilai transaksi. Ini sekaligus mendukung gerakan nasional non tunai yang digalakkan oleh pemerintah” ujar Yusnimar.

Dikatakan Yusnimar, Mesin EDC memiliki banyak kegunaan yang dapat membantu pemilik merchant maupun pembeli, terutama dalam hal transaksi pembayaran.

“Dengan tersedianya mesin EDC, konsumen jadi lebih dimudahkan dalam urusan pembayaran, sehingga dapat melakukan transaksi hanya dengan alat pembayaran nontunai seperti, kartu ATM atau kartu debit maupun kartu kredit,” sebut  Yusnimar.

Dijelaskan, sejumlah manfaat yang diperoleh dari tersedianya mesin EDC antara lain meminimalisir penerimaan dalam bentuk uang tunai, transaksi dilakukan secara online dan real-time online, dan dapat menfasilitasi pembayaran menggunakan berbagai kartu Debit GPN maupun Kartu Kredit (Visa, Mastercard,JCB) berbagai bank.

“Layanan mesin EDC Bank Aceh kini telah hadir di sejumlah merchant di seluruh Aceh, sebagai langkah antisipatif agar Nasabah Bank Aceh dapat tetap melakukan pembelanjaan secara non-tunai (cashless)” ujarnya.

Yusnimar menambahkan, sejumlah layanan yang dihadirkan Bank Aceh diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan transaksi perbankan. “Sebagai penguasa pangsa pasar, tentunya Bank Aceh ingin memberikan kepuasan bagi nasabah perbankan. Ini sekaligus menjadi bukti dukungan Bank Aceh bagi implementasi Qanun LKS di Aceh,” ujarnya.

Dalam rangka meningkatkan edukasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat, Bank Aceh juga mengadakan promo KOPDAR Akhir Tahun bekerjasama dengan sejumlah kafe dan warung kopi yang populer di seluruh Aceh dengan memberikan diskon 25% bagi nasabah yang melakukan pembayaran menggunakan Action Mobile, Action QRIS, dan Kartu Debit Bank Aceh, pungkas Yusminar.