Duka Palestina Adalah Duka Kita

Suasana mencekam pasca peristiwa penyerbuan oleh tentara Zionis Israel terhadap kaum muslimin Palestina yang sedang melaksanakan tarawih dan iktikaf pada akhir Ramadhan 1442 H di masjid Al-Aqsa sepekan yang lalu telah membuat situasi kian menakutkan.
Hamdani.

ACEHSATU.COM – Bumi Palestina masih terus diselimuti oleh hujan bom yang dijatuhkan oleh burung-burung besi Zionis Israel dari atas udara wilayah Gaza dan sekitarnya.

Suasana mencekam pasca peristiwa penyerbuan oleh tentara Zionis Israel terhadap kaum muslimin Palestina yang sedang melaksanakan tarawih dan iktikaf pada akhir Ramadhan 1442 H di masjid Al-Aqsa sepekan yang lalu telah membuat situasi kian menakutkan.

Eskalasi konflik bersenjata pun makin meningkat. Perdana Menteri Israel terus menambah kekuatan militernya untuk menyerang Palestina.

Dihari ketujuh agresi militer Zionis Israel terhadap rakyat Palestina baik udara maupun darat telah menimbulkan korban yang tidak sedikit, sebanyak 197 meninggal termasuk anak-anak serta 1235 luka-luka.

Bentrokan ini berpotensi meletus menjadi perang yang lebih luas antara pejuang Palestina dengan tentara biadab Israel.

Para pejuang Palestina yang tergabung dalam kelompok Hamas, Jihad Islam, dan Brigade Al Qassam dan sayap militer lainnya telah bersumpah akan membalas setiap kebiadaban Israel yang mereka lakukan terhadap penduduk Palestina.

Ucapan Hamas dan Brigade Al Qassam bukanlah omong kosong belaka. Mereka telah membuktikan kepada dunia bagaimana mereka berjuang melawan para agresor dan penjajah Israel yang datang merampas tanah air mereka.

Publik dapat menilai sendiri seperti apa perangai zionis Israel memperlakukan rakyat Palestina dan mengusir mereka dari wilayah-wilayah yang diduduki. Selain membunuh anak-anak dan wanita, Israel juga melecehkan simbol-simbol agama Islam.

Agresi Israel terhadap Palestina secara hukum internasional sangat merupakan pelanggaran HAM berat. Perdana Menteri Israel dan pejabat berwenang dapat dikategorikan sebagai penjahat perang atas rencana pembersihan etnis.

Israel dengan ribuan tentaranya terus menggempur Palestina habis-habisan dengan menembakkan bom-bom mematikan ke arah penduduk sipil dan merusak fasilitas umum tanpa kenal kasihan.

Jika dibandingkan dengan dengan kemampuan artileri pejuang Palestina sungguh sangat tidak sebanding dengan apa yang dimiliki oleh Israel sebagai “negara” canggih dan menguasai teknologi.

Namun demikian, Palestina bukanlah negeri sembarang negeri. Di tanah ini para nabi dilahirkan dan dibesarkan. Di tanah Palestina itu pula peradaban Islam pernah berkembang. Bahkan hingga bumi ini akan dihancurkan oleh sang Pemilik Alam Semesta, Palestina terkait didalamnya.

Palestina adalah negeri berkah, suci, dan memiliki nilai istimewa dihadapan Allah SWT. Makanya perjalanan mikraj Rasulullah Saw dimulai dari Palestina.

Karena Palestina merupakan tanah yang diberkahi, tak pelak Isreal tak mampu menaklukkan negeri ini hingga detik ini meskipun sudah menjajah penduduknya selama 75 tahun.

Kecongkakan Zionis Israel yang didukung oleh negara adikuasa Amerika Serikat sebagai sekutu dekatnya, sekali lagi tak akan mampu menaklukkan para pejuang Palestina yang didukung oleh sang Pencipta yang Maha Kuat Allah SWT.

Lihat sendiri, keberanian para pejuang Palestina dengan sikap teguh pantang menyerang kepada musuh telah membuat posisi Palestina dan rakyatnya semakin kuat dan siap menerima konsekuensi apapun meski mengorbankan jiwa mereka.

Berbanding terbalik dengan mental serdadu-serdadu Israel yang meskipun dilengkapi dengan persenjataan canggih namun mereka pengecut, licik, dan hanya berani dengan menghabisi nyawa anak-anak dan perempuan Palestina yang tak berdosa.

Perang memang sangat tidak mengenakkan. Rasanya tidak ada seorangpun di dunia ini yang menghendaki peperangan. Sebagaimana halnya juga rakyat Palestina.

Mereka ingin hidup tenang, dan damai di negeri mereka sendiri tanpa ada yang mengusiknya. Rakyat Palestina ingin hidup normal seperti rakyat di negara lain.

Hari-hari yang mereka lewati penuh dengan ketakutan dan ancaman kematian. Anak-anak Palestina kehilangan haknya sebagai anak-anak yang mestinya mendapatkan perlindungan dan pendidikan.

Kekejaman Zionis Israel melakukan upaya pembersihan etnik di Palestina sungguh merupakan sebuah tindakan diluar batas.

Dunia harus menghentikan langkah Israel untuk merampas hak hidup rakyat Palestina. DK PBB sebagai lembaga internasional harus memainkan peranan untuk menjamin rakyat Palestina mendapatkan hak-hak sebagai manusia dan warga sipil.

Jangan biarkan lagi air mata Palestina terus mengalir tiada henti. Masyarakat dunia tidak boleh hilang rasa empati melihat kondisi keamanan, sosial, dan ekonomi di kawasan Timur Tengah khususnya Palestina.

Ribuan ibu-ibu yang kehilangan anaknya, wanita yang syahid suaminya, dan anak-anak yatim Palestina yang menggantungkan hidup mereka dari bantuan saudara-saudara mereka.

Duka ini sudah terlalu lama dirasakan oleh rakyat Palestina yang dizalimi pasukan Zionis Israel. Kini sudah saatnya rakyat Palestina hidup merdeka di tanah air mereka sendiri. (*)