Duh! DPRK Dukung Investasi Batu Bara di Aceh Barat

Haji Kamaruddin mengatakan pihaknya mendukung kehadiran investasi PT Prima Bara Mahadana (PBM), sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini.
Investasi batu bara di aceh barat
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Haji Kamaruddin. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

ACEHSATU.COM | MEULABOH  – Batu bara adalah energi fosil yang membuat lingkungan terdegradasi. Karenanya, energi fosil semakin harus dikurangi dan diganti dengan energi terbarukan yang ramah terhadap lingkungan.

Namun demikian, di Indonesia khususnya Aceh, investasi energi fosil malah terus dipacu dengan alasan meningkatkan perekonomian daerah.

Padahal pembangunan yang tidak mempertimbangkan dampak ekologis akan sangat berbahaya bagi keseimbangan alam dan generasi mendatang.

Nah, menarik mengulas pernyataan dukungan yang disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Haji Kamaruddin, Selasa (23/11/2021).

Haji Kamaruddin mengatakan pihaknya mendukung kehadiran investasi PT Prima Bara Mahadana (PBM), sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini.

“DPRK Aceh Barat mendukung sepenuhnya kehadiran investasi PT PBM di Aceh Barat, khususnya di bidang batu bara,” kata Haji Kamaruddin di Meulaboh, Selasa.

Ia mengatakan, kehadiran PT Prima Bara Mahadana di Aceh Barat diharapkan dapat mampu memberdayakan perekonomian masyarakat lokal di daerah tersebut, khususnya di tengah pandemi COVID-19.

Ia juga menuturkan perusahaan tersebut juga harus dapat memenuhi regulasi yang ada dari pemerintah daerah, sehingga saat beroperasi nantinya tidak mengalami hambatan atau pun kendala di kemudian hari.

Haji Kamaruddin mengatakan sebagai lembaga pengawasan di daerah, pihaknya berterima kasih kepada PT PBM yang telah berani berinvestasi di Aceh Barat.

Investasi batu bara di aceh barat
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Haji Kamaruddin. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Sehingga investasi tersebut nantinya dapat membantu masyarakat mendapatkan lapangan kerja, serta mampu menambah pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Aceh Barat.

Khusus terhadap penerimaan tenaga kerja nantinya, ia mengharapkan agar tidak ada pihak yang melakukan upaya pungutan liar, seperti yang selama ini ditemukan pada sejumlah perusahaan yang berinvestasi di Aceh Barat, katanya.

“Intinya, kami di DPRK Aceh Barat mendukung sepenuhnya kehadiran investasi di Aceh Barat, termasuk PT PMB,” kata Haji Kamaruddin.

Pernyataan dukungan ini tentu harus diiringi dengan kajian lingkungan yang komprehensif dan dampak langsung dan tidak langsung kepada masyarakat sekitar. Sehingga, alasan pembangunan tidak menghancurkan ekologis dan generasi mendatang. (*)