Dua Warga Juli Sudah Lima Kali Berhasil Selundup Rohingya ke Medan, Begini Perannya

Dua warga Kecamatan Juli Bireuen, diamankan oleh masyarakat setelah diketahui membawa tujuh perempuan Rohingya.
Selundup Rohingya
Tujuh perempuan Rohingya diamankan di kantor Keuchik Juli Keude Dua saat dibawa ke Polres Bireuen. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

Selundup Rohingya

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Kasus selundup warga Rohingya sudah dibongkar polisi.

Dua warga Kecamatan Juli Bireuen, diamankan oleh masyarakat setelah diketahui membawa tujuh perempuan Rohingya.

Aksi selundup perempuan pengungsian Rohingya di Lhokseumawe itu sudah lima kali berhasil dilakukan dengan menggunakan bus.

Mempertanggungjawabkan perbuatannya Mar Bin Saf (24) warga Gampong Juli Tambo Tanjong dan Fai Bin Sul (44) warga Juli Keude Dua, Kecamatan Juli, Bireuen, telah ditetapkan tersangka tindak pidana perdagangan orang diamankan di Polres Bireuen.

Keduanya masih menjalani pemeriksaan.

Hasil penyelidikan sementara, tersangka mengaku lima kali berhasil membawa warga Rohingya dari Kamp Pengungsi ke Medan dan ke enam kali gagal dilakukan, Kamis (31/12/2020) malam mereka diamankan masyarakat Juli Keude Dua.

Selundup Rohingya
Tujuh perempuan Rohingya diamankan di kantor Keuchik Juli Keude Dua saat dibawa ke Polres Bireuen. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

Hal itu diantaranya dikatakan Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi melalui Kasatreskrim Iptu Dimmas Adhit Putranto SIK didampingi Kanit PP Bripka Eka Satria kepada wartawan, Senin (04/01/20201) pagi.

Dijelaskan juga, Mar Bin Saf mengaku dia orang suruhan dan berperan menjemput warga Rohingya dari Lhokseumawe untuk dibawa ke Bireuen dan memberangkatkan mereka menumpang Bus ke Medan, dan sekali jalan mendapat upah 500 ribu.

Fai Bin Sul menjemput dari Lhokseumawe ke Bireuen menggunakan mobil dan juga menampung sementara Rohingya setelah itu baru dinaikkan Bus menuju Medan, Fai juga diberi upah Rp300 ribu sekali jalan.

“Kedua warga Juli itu masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Polres dan masih terus dikembangkan dan mencari keberadaan tersangka lain yang terlibat dalam kasus perdagangan orang ini,” jelas Kasatreskrim Iptu Dimmas.

Sementara itu, seperti diketahui, kasus perdagangan orang itu terungkap atas kecurigaan masyarakat Gampong Juli Keude Dua Bireuen, saat mengetahui ada perempuan Rohingya dibawa ke rumah Fai Bin Sul (44) di Juli Keude Dua, Kamis (31/12/2020) malam.

Selanjutnya tujuh perempuan asal negara Nyanmar itu bersama Fai bin Sul selaku pemilik rumah dan adik iparnya Mar Bin Saf juga diamankan ke kantor Keuchik Juli Keude Dua, dan selanjutnya diamankan petugas Polsek Juli ke Mapolres Bireuen, Jumat (01/01/2021) dinihari guna proses penanganan lebih lanjut. (*)