Dua Tersangka Pemasok Sejata Api Rakitan ke Lapas Aceh Timur Merupakan Pacar dan Istri Warga Lapas

"Tersangka FA merupakan pacar M dan IR istri tersangka H. Keduanya berhasil menyelundupkan senjata api tersebut, walau keduanya sempat diperiksa petugas lapas,"
Polisi tetapkan empat tersangka senjata api di Lapas Idi
Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah memperlihatkan senjata api dan amunisi aktif yang diselundupkan ke Lapas Id di Mapolres Aceh Timur, Jumat (19/8/2022). ANTARA/Hayaturrahmah

ACEHSATU.COM | Aceh Timur – Dua tersangka pemasok sejata api rakitan ke lapas Aceh Timur merupakan pacar dan istri warga lapas.

Penemuan senjata api laras pendek rakitan beserta delapan butir peluru atau amunisinya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Idi kemarin, Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur telah menetapkan empat orang terseangka.

Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah di Aceh Timur, Jumat, mengatakan, empat tersangka tersebut yakni dua narapidana dan dua pengunjung lapas.

Baca Juga: Penemuan Senjata Api di Lapas Kelas IIB Idi, Empat Narapidana Diperiksa Polisi 

“Dua narapidana yang jadi tersangka yakni berinisial H dan M. Sedangkan dua pengunjung lapas yakni IR dan FA, keduanya warga Aceh Timur,” kata AKBP Andy Rahmansyah.

Menurut Kapolres, kedua narapidana H dan M diduga menguasai situasi dan menyimpan senjata api. Sedangkan IR dan FA, keduanya wanita, diduga menyelundupkan senjata api ke lembaga pemasyarakatan tersebut.

AKBP Andy Rahmansyah mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan, FA menyelundupkan senjata api dengan menyelipkan bagian sensitifnya saat berkunjung sebagai tamu ke Lapas Kelas IIB Idi. 

“Tersangka FA merupakan pacar M dan IR istri tersangka H. Keduanya berhasil menyelundupkan senjata api tersebut, walau keduanya sempat diperiksa petugas lapas,” kata AKBP Andy Rahmansyah.

Kemudian, senjata api tersebut diserahkan kepada tersangka H dan selanjutnya disembunyikan tersangka M. Namun, senjata api tersebut akhirnya ditemukan petugas lapas saat pemeriksaan kamar warga binaan.

AKBP Andy Rahmansyah menyebutkan para tersangka diancam dengan dengan Pasal 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951. 

“Ancaman pidana dengan hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara. Penyidik berupaya mengungkap dari mana tersangka mendapatkan senjata api tersebut,” kata AKBP Andy Rahmansyah.