Dua Tahun Lhoong Krisis Bidan Desa, Bupati Aceh Besar Dinilai Tutup Mata

Krisis Bidan Desa di Lhoong, Bupati Aceh Besar Dinilai Tutup Mata

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Tokoh muda Aceh Besar asal Lhoong, Jonizar mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Besar segera mencarikan solusi terkait krisis tenaga kesehatan yang saat ini terjadi di Kecamatan Lhoong.

Pasalnya sudah sejak dua tahun terakhir pemerintah kabupaten setempat nyaris tidak melakukan penempatan bidan desa.

Pria yang akrab disapa Jhon ini mengaku prihatin atas sikap Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali yang seolah-olah menutup mata terhadap keluhan warga setempat.

Menurutnya, kecamatan Lhoong selama ini dikenal sebagai salah satu kecamatan terisolir di Kabupaten Aceh Besar.

Namun sayangnya, pemerintah kabupaten terkesan seperti tutup mata dengan permasalahan yang dihadapi warga Lhoong.

“Bahkan bisa kita katakan kecamatan Lhoong tidak ada yang diprioritas oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, termasuk persoalan kurangnya bidan desa yang terjadi saat ini,” ujar Jonizar kepada ACEHSATU.COM, Selasa (30/6/2020).

Mantan Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Lhoong periode 2007-2009 ini menjelaskan, keterisolirannya Lhoong tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk. Angka kelahiran atau peningkatan jumlah penduduk Lhoong justru mengalami peningkatan pesat.

“Yang menjadi salah satu kekhawatiran masyarakat Kecamatan Lhoong pada umumnya adalah ketidakcukupan bidan desa hingga saat ini, bahkan bisa kita katakan 14 desa di kecamatan Lhoong tidak ada penempatan bidan desa, dan ini sangat memprihatinkan, apalagi tingkat kelahirannya sangat tinggi,” ucap Jhon.

Hal ini, kata Jhon, seperti terjadi di Gampong Umoong Seuribee. Selain memiliki jumlah penduduk terbanyak se kecamatan Lhoong, gampong ini juga memiliki angka kelahiran paling tinggi.

“Tapi sayangnya di Gampong ini sudah hampir dua tahun tidak ada penempatan bidan desa,” kesalnya.

Jhon yang pernah menjabat sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Aceh Besar periode 2003-2005 dan Ikatan Pemuda Aceh Besar periode 2007-2009 ini berharap Bupati Aceh Besar segera mengambil langkah konkrit terhadap persoalan yang mendera warga Kecamatan Lhoong

“Ini persoalan kemanusian yang merupakan tangung jawab Mawardi Ali sebagai Bupati sekaligus pemimpin masyarakat Aceh Besar,” tandas Jonizar.