Dua Rumah Warga Blang Gunci Paya Bakong Ambruk ke Sungai

Rumah warga Paya Bakong ambruk ke dalam sungai akibat hujan deras yang turun sejak kemarin.
Rumah ambruk di Paya Bakong
Rumah berkonstruksi kayu di Gampong Blang Gunci, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara ambruk ke sungai setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras dalam dua hari terakhir, Sabtu (5/12). (ANTARA/HO)

Rumah ambruk di Paya Bakong

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA – Rumah ambruk di Paya Bakong terjadi tadi pagi yang mengakibatkan rumah tersebut dibawa aliran sungai .

Dua unit rumah berkonstruksi kayu itu berada di Gampong Blang Gunci, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara.

Tokoh masyarakat Gampong Blang Gunci, Safrizal di Aceh Utara, Sabtu mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi.

“Ambruknya bagian belakang. Tidak ada korban jiwa. Meski demikian pemiliknya sudah mengungsi ke rumah saudara karena khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Safrizal.

Safrizal mengatakan rumah itu ambruk ke pinggir dan tidak mengenai air sungai. Sementara pemilik dua unit rumah tersebut masing- masing Zulfahmi Daud (27) dan Ismail B (35).

Rumah ambruk di Paya Bakong
Rumah berkonstruksi kayu di Gampong Blang Gunci, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara ambruk ke sungai setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras dalam dua hari terakhir, Sabtu (5/12). (ANTARA/HO)

Kapolsek Paya Bakong Ipda Rangga Setiadi dalam keterangan tertulis mengatakan, longsor itu akan bertambah parah jika hujan terus berlangsung dan bertambahnya debit air di Krueng Keurutoe.

Untuk diketahui, ancaman ini sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir, tetapi akhir- akhir ini erosinya kian mengganas, apalagi dalam beberapa hari ini curah hujan tinggi sehingga menyebabkan longsornya bantaran sungai.

Ada sejumlah rumah dan sebuah dayah di Gampong Blang Gunci yang terancam ambruk ke sungai, bahkan beberapa di antaranya telah dikategorikan sangat rawan.

Dinding rumah yang sangat rawan itu ada yang sudah berbatasan langsung dengan sungai dan hanya menunggu ambruk, tentunya ini begitu berisiko terhadap keselamatan warga, terlebih jika debit air di sungai sedang tinggi. (*)