https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Tiga saksi disumpah sebelum memberikan keterangan dalam persidangan perkara terbunuhnya tiga individu harimau sumatera di PN Idi, Aceh Timur, Rabu (31/8/2022).

ACEHSATU.COM | Aceh Timur – Kasus terhadap matinya tiga harimau sumatera beberapa waktu lalu masih dalam proses persidangan di Pengadilan.

Hari ini tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Aceh Timur menghadirkan dua rekan kerja tersangka sebagai saksi dalam kasus tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Kabupaten Aceh Timur.

Sidang berlangsung secara virtual di PN Idi, Aceh Timur, Rabu, dengan majelis hakim diketuai Apriyanti didampingi Wahyu Diherpan dan Zaki Anwar masing-masing sebagai hakim anggota. 

Sedangkan JPU, Harry Arfhan, dan Muhammad Ikbal Zakwan. Adapun terdakwa yakni Juda Pasaribu bin Wabnes Pasaribu (38) dan Josep Meha bin Pinus Meha (56). Kedua terdakwa ikut didampingi penasehat hukumnya Candra.

Dua saksi yang dihadirkan dalam persidangan yaitu Danil dan Mastro yang merupakan rekan kerja dari kedua terdakwa.

Kedua saksi di hadapan majelis hakim mengatakan mereka berkelompok, setiap kelompok dibagi dua tim untuk memburu babi dengan memasang jerat. 

Saat itu, kedua saksi memasang jerat dengan menggunakan tali, tapi kedua terdakwa memasang jerat menggunakan sling atau tali baja.

Usai menceritakan semuanya, dan mendengar keterangan dari saksi, majelis hakim menutup sidang dan akan dilanjutkan, Senin (5/9) dengan dihadirkan saksi ahli dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dalam persidangan selanjutnya.