Dua Hari Diguyur Hujan, Sembilan Kecamatan di Aceh Utara Terendam

Kondisi debit air telah memasuki pemukiman penduduk dengan ketinggian  10 cm hingga 50 cm, di kawasan km 8 Jalan Cot Girek, Gampong Kumbang Kecamatan Lhoksukon.
Banjir Aceh Utara
Ilustrasi Banjir Blangkejeren Photo Acehasatu.com | Syahrul

ACEHSATU.COM | Aceh Utara – Akibat diguyur hujan lebat dalam dua hari yang lalu, 30 hingga 31 Desember, sembilan Kecamatan di Aceh Utara terendam Banjir, Jumat (31/12/2021).

Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Murzani kepada Acehsatu.com mengatakan, setidaknya sembilan Kecamatan di Aceh Utara direndam banjir diantaranya Kecamatan,Cot Girek, Lhoksukon , Matang Kuli, Pirak Timu, Geuredong Pase, Samudera ,Banda Baro, Dewantara dan Kecamatan Sawang. 

Sementara, lanjut Murzani, Untuk jumlah Gampong atau Desa saat ini masih dilakukan pendataan dengan berkoordinasi dengan pihak Muspika dan pihak Geuchik Gampong.

Murzani memaparkan, kondisi debit air telah memasuki pemukiman penduduk dengan ketinggian  10 cm hingga 50 cm, di kawasan km 8 Jalan Cot Girek, Gampong Kumbang Kecamatan Lhoksukon.

Saat ini, kata Murzani, pihaknya terus melakukan pemantauan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Pase, Sungai Kruen Peutou, Sungai Krueng Keureutou, Sungai Krueng Pirak dengan mensiagakan petugas untuk penanganan darurat bencana banjir, ujar Murzani.

Sementara itu, Keuchik Gampong U Baro Kecamatan Cot Girek, Jamaluddin memaparkan, saat ini didesanya telah didirikan dapur umum di Meunasah Desa Setempat.

Menurutnya, banjir disebabkan akibat luapan air sungai Krueng Peutoe karena  tidak adanya tanggul penahan disepanjang Gampong U Baro.

Pantauan Acehsatu.com dilapangan, banjir selain menggenangi pemukiman warga banjir juga ikut menggenangi ratusan hektar sawah yang baru ditanam di Gampong  Alue Drien, Kecamatan Cot Girek dan Gampong Alue Eumpok Kecamatan Lhoksukon.