Dua Agen Chip di Pidie Jaya Dibeureukah Polisi

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie Jaya, Sabtu (17/4/2021) dini hari berhasil mengamankan dua orang pria yang diduga melakukan tindak pidana perjudian atau meisir, jenis Game Hinggs Domino di sebuah warung kopi (warkop) di kawasan Kecamatan Bandardua.
Agen Chip di Pidie Jaya
Foto Dok Polres idie Jaya. HO/ACEHSATU

ACEHSATU.COM | PIDIE JAYA — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie Jaya, Sabtu (17/4/2021) dini hari berhasil mengamankan dua orang pria yang diduga melakukan tindak pidana perjudian atau meisir, jenis Game Hinggs Domino di sebuah warung kopi (warkop) di kawasan Kecamatan Bandardua.

Kini, kedua tersangka bersama barang bukti telah diamankan pihak kepolisian polres setempat untuk proses hukum selanjutnya.

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Musbagh Ni’am SH, MH melalui  Kasat Reskrim, Iptu Dedi Miswar menyebutkan, pihaknya telah mengamankan dua orang pria berinisial AS bin MN (35) yang diduga salah eorang aparatur sipil negara (ASN) pada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB).

Sementara seorang lagi berinisial SR bin LK (30). Keduanya adalah penduduk Bandardua.

Menurut Dedi Miswar, penangkapan keduanya adalah berawal dari adanya informasi masyarakat, bahwa di lokasi tersebut merupakan tempat kebiasaan kedua pelaku bermain judi.

Agen Chip di Pidie Jaya
Foto Dok Polres idie Jaya. HO/ACEHSATU

Ternyata benar, sesampai di TKP, personil Reskrim melakukan penangkapan kedua pelaku.

Saat digeledah, polisi turut mengamankan barang bukti berupa, dua buah HP serta uang tunai Rp 180.000.

Selanjutnya, pihak kepolisian selain memboyong kedua pelaku juga ikut mengamankan BB untuk proses hukum selanjutnya.

Kedua pelaku tindak pidana perjudian atau meisir game hinggs domino, lanjut Dedi, dijerat dengan Pasal 20 butir 22 jo Pasal 18 Qanun Aceh  Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Dinayat.

Ditambahkan, modus operandi keduanya, melakukan transaksi jual beli chip hinggs domino.

Ditambahkan, bahwa Personil Sat Reskrim  Polres Pidie Jaya, kini terus meningkatkan operasi penertiban judi online.

Diakui, permainan tersebut belakangan terus meraja lela dan itu harus dibersihkan.

Karenanya, Dedi sangat berharap dukungan atau bantuan masyarakat.

“Kami sangat berharap bantuan masyarakat, sehingga yang namanya permainan haram dan sejenisnya segera lenyap dari Pidie Jaya, sebut Dedi. (*)