ACEHSATU.COM | SUBULUSSALAM – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (Yara) Kota Subulussalam, Edi Saputra Bako, menyoroti Kunker DPRK Subulussalam empat hari terhitung dari tanggal 4-8 ke Bandung, Jawa Barat.

Hal ini diungkapkan ketua Yara Kota Subulussalan, Edi Saputra Bako, kepada ACEHSATU.COM, Sabtu (3/8/2019).

Edi menuturkan akhir masa jabatan periode 2014-2019 tinggal menghitung hari, bahkan menurutnya keuangan daerah tengah dilanda kritis, disayangkan ketika itu pula Kunjungan Kerja (Kunker) DPRK ke Bandung yang menguras anggaran Ratusan Juta Rupiah.

“Kunker tersebut tidak begitu penting karena masa kerja wakil rakyat periode 2014 – 2019 hanya tinggal sekitar 2 minggu lagi tepatnya akan berakhir 19 Agustus 2019 mendatang. Dengan demikian kunker itu terkesan hanya jalan-jalan dan rekreasi perpisahan antara eksekutif dengan legislatif”, Tegas Edi.

Ia menilai Kebijakan kunker ini sangat tidak tepat dilakukan tahun ini mengingat kondisi kritisnya keuangan daerah.

Pihaknya mengaku bukan tidak suka agenda kunker pejabat, karena kunker merupakan agenda rutin yang memang bagian dari pendukung kinerjanya, namun perlu dilihat juga dimana saat kunker itu penting dan dimana saat tidak penting.

“Hampir setiap tahun DPRK melakukan kunker yang hasilnya tidak begitu berdampak langsung untuk daerah. Sehingga, kunker tersebut terkesan pemborosan anggaran, tidak memikirkan perekonomian masyarakat saat ini karena keuangan pemko lagi lesu,” ujarnya.

Edi pun berharap kepada eksekutif dan legislatif mengurungkan niat untuk melakukan kunker dan mengalihkan anggaran tersebut untuk kepentingan lain yang bersifat urgen sehingga dapat mengurangi angkat difisit.

“Apakah anggota dewan belum puas kunker di tahun sebelumnya, saya kira sudah puaslah ” tanya Edi. (*)