DPRK Aceh Selatan Didesak Tetapkan Wabup Pengganti

Akibat kekosongan pejabat wakil bupati, kalangan masyarakat di Aceh Selatan mempertanyakan posisi Wakil Bupati Aceh Selatan sisa masa jabatan 2018-2023.
Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran (kiri) bersama Hasbar aktivis mahasiswa Aceh Selatan, dalam suatu kesempatan diskusi bersama sejumlah aktivis di Banda Aceh. Foto Istimewa

Laporan Kontributor Zulfadhli Anwar

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Akibat kekosongan pejabat wakil bupati, kalangan masyarakat di Aceh Selatan mempertanyakan posisi Wakil Bupati Aceh Selatan sisa masa jabatan 2018-2023.

Salah seorang aktivis mahasiswa asal Aceh Selatan, Muhammad Hasbar Kuba mengatakan, kondisi saat ini yang diperlukan adalah masalah siapa yang akan mengisi kekosongan posisi Wakil Bupati Aceh Selatan untuk mendampingi Tgk. Amran sisa masa jabatan 2018-2023.

“Saya pikir yang paling urgent sekarang di Aceh Selatan adalah menetapkan siapa pendamping bagi Tgk. Amran, karena kasihan Pak Bupati sedirian memimpin Aceh Selatan yang terdiri dari 18 kecamatan dengan jumlah penduduk 202.251 jiwa”, jelas Hasbar kepada ACEHSATU.com, Senin (26/10/2020).

Mahasiswa yang sedang menempuh studi Hukum Tata Negara di UIN Ar-Raniry ini menyarankan bagi partai pengusung untuk menetapkan nama calon wakil bupati untuk segera dipilih dalam sidang DPRK Aceh Selatan.

“Harus gerak cepat, para pimpinan partai pengusung AZAM (Azwir-Amran) harus duduk dan melakukan musyawarah untuk menetapkan siapa bakal calon wakil bupati Aceh Selatan yang akan mendampingi Tgk. Amran”, Kata Hasbar.

Tidak hanya itu, Hasbar juga menyarankan kepada partai pengusung, untuk mendampingi Bupati Aceh Selatan saat ini sebaiknya orang yang punya visi dan konsep untuk membangun kota naga, julukan untuk Tapak Tuan sebagai ibukota kabupaten Aceh Selatan.

“Sebagai generasi muda dari Aceh Selatan, saya berharap wakil bupati nantinya adalah sosok yang mampu membantu Tgk. Amran dengan tulus dalam membangun semua sektor, kalau bisa dari kalangan muda karena saya yakin pemuda bisa memberikan warna dalam pembangunan Aceh Selatan Hebat kedepan”, sarannya.

Sebagai aktivis, Hasbar banyak melihat problematika saat ini yang sedang di hadapi pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, mulai dari persoalan ekonomi sampai pada persoalan pembangunan infrastruktur. Atas pertimbangan itulah, Hasbar berharap sosok bakal calon wakil bupati nantinya adalah orang yang paham permasalahan yang sedang dihadapi Aceh Selatan.

“Ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur dan pengembangan sektor pertanian adalah problem kita, siapapun nantinya yang jadi wakil bupati, adalah dia yang paham semua permasalahan yang ada”, tutupnya.

Untuk diketahui, setelah tutup usianya Azwir, SE sebagai Bupati Aceh Selatan terpilih berpasangan dengan wakilnya, Tgk. Amran, Allah berkehendak lain terhadap Azwir saat sedang memimpin pemerintahan Aceh Selatan, sehingga Tgk. Amran mengisi kekosongan pejabat bupati. (*)