Doa dan Zikir Bersama di Kebun, Tradisi Wujud Syukur Warga Pertik Gayo Lues Atas Hasil Pertanian

Kendati dilaksanakan di tengah situasi pandemi dan hasil panen menurun, namun 234 KK warga Pertik seakan melupakan sejenak semua beban tersebut.
Doa dan Zikir Bersama
Doa dan Zikir Bersama di Kebun, Tradisi Wujud Syukur Warga Pertik Gayo Lues Atas Hasil Pertanian. | Foto: Ismail Baihaqi

ACEHSATU.COM | BLANGKEJERAN – Doa dan Zikir Bersama di Kebun, Tradisi Wujud Syukur Warga Pertik Gayo Lues Atas Hasil Pertanian.

Bagi warga Pertik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, menggelar acara syukuran dan doa bersama hasil tani telah menjadi semacam ritual wajib yang terlaksana hampir saban tahun.

Begitu halnya dengan tahun ini, warga desa Pertik yang mayoritas berprofesi sebagai petani kembali menggelar syukuran. Doa bersama dan syukuran kali ini langsung diadakan di kawasan perkebunan masyarakat, yaitu di wilayah Uning Kumer.

Kendati dilaksanakan di tengah situasi pandemi dan hasil panen menurun, namun 234 KK warga Pertik seakan melupakan sejenak semua beban tersebut.

Hasil pertanian yang dihasilkan warga Pertik dari kebun-kebun mereka terbilang sebagai komoditi menjanjikan, seperti kakau, pinang, petai, cabe dan jahe, bahkan durian yang mampu memproduksi 100 ton pertahunnya.

“Namun dalam beberapa tahun terakhir hasil tani masyarakat produksinya berkurang ditambah hama sangat meresahkan petani. Akibatnya warga gagal panen dan mengalami kerugian,” tutur Penghulu Desa Pertik, Zainal Abidin kepada ACEHSATU.COM, Kamis (24/2/2022).

Sejumlah warga Pertik saat Acara Doa dan Zikir Bersama di Kebun, Kamis (24/2/2022). | Foto: Ismail Baihaqi

Karena alasan itu pula, warga Desa Pertik berbondong-bondong dan saling bahu-membahu melaksanakan hajatan bersama dengan menggelar doa kepada sang pencipta disertai zikir sebagai bentuk syukur mereka.

“Supaya hasil tani masyarakat kembali melimpah dan marabahaya dapat berkurang. Doa bersama ini juga supaya masyarakat bisa hidup sejahtera serta lancar melaksanakan ibadahnya,” ungkap Zainal.

Seusai acara utama, Pengulu Desa Pertik mengucapkan terima kasih kepada semua warga, para ulama sekecamatan Pining dan para undangan yang ikut hadir dalam acara doa dan zikir bersama.

“Terima kasih, semoga doa ini diijabah oleh Allah SWT,” ucapnya.

Dalam acara tersebut, warga Pertik melakukan pemetongan lembu yang dananya bersumber dari PAD desa tahun 2021.

Sepanjang acara berlangsung, masyarakat tampak antusias melaksanakan kegiatannya masing-masing, mulai dari memasak kebutuhan pokok, memasak lemang keririsen dan dengan dipadu buah durian, maupun mengerjakan tugas lainnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Gayo Lues diwakili Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Sukri Mas,  anggota DPR RI Irmawan, anggota DPRA Rijaludin, dan Kepala Dinas PU.

Selanjutnya hadir juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Sartika Mayasari, Sekretaris Dinas Lingkungan hidup, Muspika Kecamatan Pining, serta para Penghulu sekecamatan Pining. (*)