oleh

Dituntut Hukuman Mati, Tapi Bandar Narkoba di Aceh Tidak Mati-mati

-Nanggroe-42 views

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Aceh menjadi salah satu wilayah rawan peredaran gelap narkoba. Sepanjang tahun 2019 saja, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh setidaknya telah menggagalkan penyeludupan 131 kilogram narkoba jenis sabu yang dikirim dari jalur laut.

Pada tahun 2018 ada beberapa kasus peredaran gelap narkoba di Aceh dengan jumlah besar yang juga berhasil digagalkan petugas. Bandar serta kurir narkoba ikut diciduk.

Pada proses hukum, para bandar narkoba itu semuanya dituntut dengan hukuman maksimal hingga hukuman mati.

“Mereka (bandar) semuanya kita tuntut dengan hukuman mati,” tegas Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser di Banda Aceh, Kamis (14/2/2019).

Namun, Faisal merasa heran, meskipun semua bandar narkoba itu dituntut hukuman mati, namun proses hukumnya tidak berjalan sesuai dengan harapan.

“Yang sudah saya tangkap 125 kilo sabu itu kita minta semuanya hukuman mati. Ya, ada 20 perkara itu semua hukuman mati. Kita koordinasi juga bagus dengan kejaksaan. Malah diputus bukan hukuman mati. Jadi nggak mati-mati dia,” kata Faisal.

Menurut Faisal, setiap bandar narkoba yang telah ditangkap oleh jajarannya itu, dipastikan mendapat tuntutan hukuman seberat-beratnya, karena peredaran gelap narkoba masuk dalam kategori kejahatan luar biasa.

“Yang kita minta supaya PK-nya (peninjauan kembali) nggak turun, malah turun. Yang hukman mati bisa turun 20 tahun. Bayangin, bukan turun ke bawah seumur hidup, ya. Yang di dalam yang mesannya 20-72 kilo sabu, si Ramli itu tidak mati-mati,” ungkapnya.

Faisal menyebutkan, sepanjang tahun 2018 ada 26 berkas perkara yang menyeret bandar narkoba semuanya dituntut dengan hukuman mati.

“Ada 26 perkara semuanya, tapi satu perkara telah vonis mati, namun banding,” katanya.

“Saya juga telah meminta kepada pimpinan untuk bekerja sama dengan Mahkamah Agung, meminta setiap bandar narkoba ini agar dihukum seberat beratya. Kedua, yang ditangkap di Aceh jangan dibawa lagi ke Aceh atau ditahan di Aceh, bisa ditahan di Nusakambangan atau di LP lain,” tegasnya.

 

Komentar

Indeks Berita