oleh

Dituduh Korupsi Rp798 Juta, Menteri Cantik Finlandia Ini Mundur

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH –Menteri Keuangan Finlandia Katri Kulmuni akhirnya mengambil sikap terkait tuduhan korupsi yang dialamatkan padanya.

Menteri cantik yang juga emnjabat Deputi Perdana Menteri Finlandia sejak 12 September 2019 itu secara resmi mengundurkan dirinya setelah pemberitaan media terkait aksinya menggunakan anggaran negara sebesar Rp798 juta untuk kepentingan pribadinya.

Tuduhan korupsi Kulmuni menyeruak setelah sejumlah media Finlandia menurunkan laporan perihal pelatihan berbicara di depan umum yang diikutinya dengan menggunakan anggaran publik.

Setelah mundur, dia berjanji mengembalikan sejumlah uang yang dituduhkan itu.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Menteri Keuangan Finlandia Katri Kulmuni mengundurkan diri pada Jumat (5/6/2020) setelah diketahui ‘menilap’ uang pembayar pajak senilai 50.000 euro (U$ 57.000) atau sekitar Rp 798 juta (kurs Rp 14.000/US$). Uang tersebut digunakan Kulmuni untuk mengikuti pelatihan berbicara di depan umum (public speaking).

Laporan sejumlah media Finlandia mengungkap pelatihan tersebut berlangsung antara Agustus 2019 hingga Maret 2020 dan semula disebutkan dana itu bersumber dari partai yang dia pimpin, Partai Tengah (Centre Party).

Namun menteri berparas anggun ini menegaskan dia masih akan menjabat ketua Centre Party dan tetap melanjutkan pemerintahan koalisi lima partai di Finlandia.

Perempuan kelahiran 4 September 1987 ini menjadi Menteri Keuangan sejak 10 Desember 2019- 5 Juni 2020. Dia juga menjabat Deputi Perdana Menteri Finlandia sejak 12 September 2019 hingga 5 Juni 2020.

Kulmuni merespons reaksi publik negatif yang berawal dari sebuah artikel pada Selasa, terbitan mingguan Suomen Kuvalehti. Media itu melaporkan Kulmuni mengikuti pelatihan public speaking senilai hampir 50.000 euro (US$ 57.000) yang sumber dananya dari rakyat, para wajib pajak.

Rabu lalu, Kulmuni berjanji akan mengembalikan duit tersebut kendati dia belum mengetahui secara pasti jumlah dana yang dihabiskan untuk pelatihan tersebut.

“Saya harus memikul tanggung jawab politik untuk masalah ini, meskipun saya tidak tahu tentang semua pembelian yang terkait dengan masalah tersebut [pelatihan public speaking] dan bahkan jika saya belum memesan atau membelinya,” katanya, dilansir Reuters, Sabtu (6/6/2020).

Sejak laporan media muncul, polisi dan Kanselir Kehakiman, pejabat tinggi hukum pemerintah Finlandia, telah menerima keluhan tentang penggunaan dana publik oleh Kulmuni. Hanya saja tidak jelas apakah tindakan perempuan lulusan master dari Universitas Lapland itu melanggar undang-undang atau aturan internal pemerintah.

Kulmuni, yang mengambil kendali partainya pada September 2019, sebelumnya menjadi Menteri Urusan Ekonomi hanya selama 3 bulan menjabat.

Dia mengatakan perlu lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum sebagai seorang menteri, tetapi meminta maaf secara khusus karena dia ikut pelatihan pidato kongres partai yang tidak ada hubungannya dengan tugas-tugas menteri.

“Saya seharusnya tidak melakukan itu,” katanya. “Di belakang, saya mengerti bahwa, dari semua pidato di dunia, pidato spesifik itu seharusnya tidak digunakan.”

Perdana Menteri Sanna Marin, dari Partai Demokrat Sosial, mencuit di Twitternya, “Saya mendukung Katri dalam keputusannya, yang pasti sulit … Kerja sama dengan Partai Tengah akan terus berlanjut di pemerintahan,” cuitnya. (*)

Indeks Berita