Dititipin Kunci Rumah, Pemuda asal Banda Aceh Malah Nekat Lakukan Ini, Akhirnya Dibekuk di Peudawa

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Seorang pria berinisial RR (33) nekat menjual seluruh isi rumah milik saudaranya sendiri. Parahnya, aksi itu dilakukannya ketika ia dipercayai menjaga rumah dengan dititipi kunci.

RR menjual barang perabotan rumah milik saudaranya. Mulai dari lemari baju, spring bed, laptop, mesin cuci merek samsung, dua unit TV merek Toshiba, hingga kursi tamu.

Kejadian ini terungkap setelah pemilik rumah Fahrian Hermanda melaporkan kasusnya kepada polisi pada tanggal 8 Agustus 2020.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH dalam keterangannya melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq, SIK MH mengatakan peristiwa menimpa korban Fahrian Hermanda dan isterinya dilakukan oleh orang yang menjadi kepercayaannya sendiri.

“Tersangka RR sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh korban, namun saat itu korban meminta tolong untuk menjaga rumahnya karena mereka akan ada kegiatan keluarga di Pulau Sabang,” ujar AKP M Taufiq didampingi Kanit Jatanras Ipda Krisna Nanda Aufa, STrK dikutip ACEHSATU.COM, Selasa (17/8/2020).

Akan tetapi, lanjut M Taufiq, bukan menjaganya, namun pelaku malah menjual isi rumah korban kepada orang lain.

Ia menyebut, pelaku berdalih bahwa rumah beserta isinya tersebut merupakan hasil pembagian harta warisan.

Tersangka RR dalam melakukan aksi kejahatannya turut dibantu oleh seorang pria lainnya berinsial DJP (32) yang juga warga Banda Aceh.

RR dan DJP mengangkut isi rumah milik korban menggunakan dua unit mobil untuk dijual kepada orang lain. Salah satunya mobil pick up Isuzu BL 8325 LK.

Sementara satu unit mobil lainnya masih dalam pencarian petugas.

Pelaku ditangkap

Sebelumnya korban telah melaporkan kejadian yang menimpanya tersebut ke Polresta Banda Aceh sesuai dengan laporan bernomor: LPB/369/VIII/Yan. 2.5/2020/SPKT, 08 Agustus 2020.

Pelaku kemudian berhasil dibekuk berkat koordinasi dengan Tim Resmob Polres Aceh Timur di SPBU, Peudawa Aceh Timur, pada Jumat dini hari (14/8/2020).

Sementara itu, Kanit Jatanras Ipda Krisna Nanda Aufa bersama personel Jatanras Polresta Banda Aceh turut melakukan pengembangan terhadap aksi tersangka RR.

Polisi berhasil mengamankan pelaku yang diduga berperan sebagai penadah hasil kejahatan yang dilakukan oleh tersangka RR.

“Tersangka RR menunjuk DJP (32) warga Banda aceh yang membeli hasil kejahatan yang dilakukan oleh tersangka RR,” ujar Ipda Krisna.

Namun menurut DJP, dirinya membeli barang hasil curian tersebut karena RR beralasan bahwa isi dalam rumah yang dititipkan korban kepadanya adalah untuk dijual.

Saat kejadian, DJP membeli sebuah TV LCD merk Toshiba dan barang-barang lainnya yang ada di dalam rumah korban yang diangkut menggunakan dua unit mobil.

“Dari hasil introgasi kedua tersangka, RR dan DJP mengakui telah menjual Laptop merk Acer warna hitam kepada RK ( 39) di salah satu Counter Handphone di kawasan Punge Blang Cut Banda Aceh seharga 750 ribu,” terangnya.

Selanjutnya, mesin cuci merek Samsung, Setrika National, TV Tabung Toshiba telah dijual oleh DJP kepada Rolan (35) warga Pidie seharga 950 ribu.

Sedangkan untuk lemari pakaian 3 pintu, box plastik pakaian, dan kursi tamu dijual kepada HS (26) warga Banda Aceh seharga 1,5 juta. RR beralasan menjual barang tersebut dengan harga murah dikarenakan hasil pembagian harta warisan.

Kedua tersangka kini mendekam disel tahanan Polresta Banda Aceh. Polisi menjerat RR dan DJP menggunakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (*)