Distabun Bireuen dan Aceh Semprot Massal Hotspot Hama Wereng Coklat di Sepetak Sawah

Kadistanbun Bireuen Muhammad Nasir Sp MSM dan tim berada dilokasi penyemprotan massal, Rabu (16/09/2020) pagi.

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Mengatasi hama wereng coklat tidak menyebar luas menyerang tanaman padi masyarakat di sekitarnya. Tim gabungan Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen serta Provinsi Aceh, melakukan penyemprotan massal hospot disepetak sawah di Desa Cot Tarom Baroh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Rabu (16/09/2020) pagi.

“Luas hospot tanaman padi di sepetak sawah terkena hama wereng coklat ini 1200 meter, mulai terserang tiga hari lalu dan saat awal sudah kami tanggulangi, hari ini semprot massal,” ujar Kadistanbun Bireuen Muhamad Nasir Sp MSM.

Kadistanbun yang didampingi Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Bireuen Saifuddin dan Mustafa Sp dari Laboratorium Peramalan Hama dan Penyakit (LPHP) Keumala Pidie, juga Kepala Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jeumpa, Ir Mulia Darma menjelaskan.

Tanaman padi sudah 15 hari lagi jelang panen yang terserang hama wereng coklat itu adalah farietas IF 8 atau farietas yang tidak dianjurkan pemerintah dalam setiap musim tanam padi.

Penyemprotan massal di titik hospot itu dilakukan untuk menekan serangan agar tidak sampai meluas dan menyelamatkan tanaman padi masyarakat. “Di Samalanga juga sudah kita kendalikan satu minggu lalu luasnya 1 hektare,” jelas Saifuddin.

Bagaimana cara petani mencegahnya.? Pertama diharap supaya memakai benih dianjurkan pemerintah dan berlabel, padi diamati secara rutin, apabila terkena bisa mengendalikan pakai insektisida berbahan aktif Bufrofezin, imbaunya.

Kadistanbun Bireuen juga berharap agar ketua kelompok tani, petugas penyuluh lapangan (PPL), terus mengedukasi petani menggunakan benih padi berlabel, jangan padi hasil panen dipakai untuk tanam lagi.

Keterangan diperoleh Aceh Satu.Com penyemprotan massal itu juga datang pejabat Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yaitu kasi perlindungan tanaman Ir Zainal Arifin MSi  bersama Muhib Sp dan Ir Fauzi, rinci koordinator POPT Bireuen. (*)