Disdagperinkop dan UKM Bireuen Gelar Tera Ulang Ragam Timbangan Pedagang

Hal itu untuk memastikan ketepatan ukuran ragam jenis timbangan pedagang, guna melindungi konsumen.
Disdagperinkop dan UKM Bireuen
Petugas memasang segel di timbangan yang telah selesai dikalibrasi ke posisi nol, dikompleks kantor Camat Juli, Kamis (19/11/2020) pagi. (Foto: Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM)

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Disdagperinkop dan UKM Bireuen menggelar tera ulang ragam timbangan pedagang, Kamis (19/11/2020).

Hal itu untuk memastikan ketepatan ukuran ragam jenis timbangan pedagang, guna melindungi konsumen.

Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Bireuen, melalui seksi metrologi melaksanakan tera ulang itu di 17 kecamatan.

Keterangan diperoleh Acehsatu.Com, saat ini pemeriksaan sudah di tujuh kecamatan yaitu Gandapura, Makmur, Kutablang, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, Jangka, Kamis (19/11/2020) di Juli dan Jumat (20/11/2020) di Kuala, dan berlanjut bertahap sampai Samalanga.

Hal itu dikatakan Kadisdagperinkop dan UKM Bireuen, Ir H Alie Basyah MSi ditanyai melalui Kasi Metrologi Jufriadi ST, dan didampingi petugas, saat gelar tera ulang di kantor Camat Kecamatan Juli, Kamis (19/11/2020) pagi.

Dijelaskannya tujuan tera ulang ini untuk memastikan kebenaran pengukuran dari timbangan dalam hal jual beli, sehingga tidak ada merasa dirugikan baik pembeli maupun pedagang.

Dari hasil kegiatan ini banyak ditemukan yang tidak sesuai pembacaan timbangan tidak normal dan rusak.

Selanjutnya kita lakukan kalibrasi sesuai standar yang kita miliki. “Anak standar kita miliki jadi acuan pembenaran ukuran timbangan, setelah normal baru kita beri segel,” jelasnya.

Terkait besaran kekurangan dan kelebihan timbangan, kata Jufriadi dan petugas juga Jamil selaku reparatir. Kekurangan ukuran timbangan itu berfariasi dari beberapa ons s/d 1 kg, di Peusangan ada ditemukan kelebihan timbangan sampai 3,5 Kg jenis centisima 300 kg.

Disdagperinkop dan UKM Bireuen
Petugas memasang segel di timbangan yang telah selesai dikalibrasi ke posisi nol, dikompleks kantor Camat Juli, Kamis (19/11/2020) pagi. (Foto: Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM)

“Besaran kekurangan dan kelebihan itu berfariasi, tidak bisa kita pastikan, dan kita kalibrasi kembali ke posisi nol, baru kita segel. Ketika alat ukur timbang ini bisa kita perbaiki ringan kita perbaiki, dan jika rusak berat kita serah untuk diperbaiki repatir dari Disperindag Aceh,” terangnya.

“Harapan kami agar pedagang setiap tahun dapat membawa alat ukur takar timbang yang dimiliki, supaya kita bisa memastikan ketepatannya.

“Dalam kegiatan itu sesuai timbangan dikenakan retribusi Rp10.000 s/d Rp 20.000 sesuai aturan berlaku,” jelas Kasi Metrologi.

Petugas menjelaskan, jenis timbangan ditera ulang itu mulai pegas ukuran berat 2 kg, 10 kg, 15 kg, 30 kg, 60 kg, 100 kg, dan timbangan bobot insut (TBI) 25 kg s/d 50 kg sampai 500 kg tanpa anak timbangan.

Centisima bobot 150 s/d 500 kg, Dacin 10 kg s/d 110 kg, dan elektronik 140 kg. (*)