Dinkes Aceh Minta CJH Aceh Isolasi Mandiri Sepekan Sebelum Berangkat

Tidak hanya bagi calon jamaah haji, begitu juga untuk para petugas haji dari Kementerian Agama provinsi yang akan ikut berangkat untuk mendampingi para jamaah.
CJH Aceh Sudah Divaksin
Ilustrasi - Jamaah haji debarkasi Aceh saat mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar. (ANTARA/Khalis)

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Dinkes Aceh Minta CJH Aceh isolasi mandiri sepekan sebelum berangkat.

Calon jamaah haji (CJH) Aceh diminta untuk menjalani isolasi mandiri sekaligus mengurangi interaksi dengan masyarakat sejak sepekan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, guna menghindari terinfeksi COVID-19 oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh.

“Kita sudah sampaikan kepada jamaah bahwa seminggu sebelum keberangkatan tidak boleh lagi bersosialisasi dan harus isolasi mandiri di rumah,”

kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh Iman Murahman di Banda Aceh, Kamis.

Baca juga: Masa Tunggu Haji di Provinsi Aceh Mencapai 30 Tahun

Calon jamaah haji Aceh yang akan berangkat pada musim haji tahun ini sebanyak 1.988 orang, yang berasal dari seluruh kabupaten/kota.

Mereka yang berangkat berusia di bawah 65 tahun, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

Iman menjelaskan isolasi mandiri sangat penting dilakukan oleh setiap jamaah guna menghindari terpapar COVID-19 sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Apalagi, Pemerintah Arab Saudi juga mewajibkan calon jamaah haji memiliki hasil negatif pemeriksaan sampel usap dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), yaitu selama 72 jam sebelum berangkat.

Baca juga: Pemkab Aceh Utara Peusijuek 267 CJH Jelang Pemberangkatan ke Tanah Suci

Tidak hanya bagi calon jamaah haji, begitu juga untuk para petugas haji dari Kementerian Agama provinsi yang akan ikut berangkat untuk mendampingi para jamaah.

“Maka harus isolasi mandiri di rumah agar tidak terkena paparan COVID-19 dari orang lain sehingga pada saat pemeriksaan PCR, hasilnya negatif,” katanya.

Menurut Iman, bagi calon jamaah haji asal Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dapat mendatangi langsung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Aceh untuk pengambilan sampel usap, tiga hari sebelum keberangkatan.

Baca juga: 145 Calon Jamaah Haji di Aceh Pilih Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Begitu juga bagi calon jamaah dari Kabupaten Simeulue dan Aceh Tenggara yang jaraknya cukup jauh dari ibukota, sehingga diminta untuk datang lebih cepat ke Banda Aceh guna pengambilan sampel usap.

“Sedangkan untuk kabupaten lain maka sampel akan diantar langsung oleh petugas kabupaten ke provinsi dan kita akan periksa,” katanya.

Oleh karena itu, Iman meminta calon jamaah haji benar-benar mengikuti anjuran protokol kesehatan sehingga para calon jamaah tetap dalam kondisi sehat sebelum tiba waktu keberangkatan.

“Mudah-mudahan semua akan berangkat dan semua sehat untuk keberangkatan tahun ini. Tetap patuhi prokes dan kurangi bersosialisasi dengan masyarakat sehingga hasil PCR negatif,” katanya.