Berita Lainnya

Hukum

Politik

Dinas Kesehatan Aceh
Petugas vaksinator menunjukkan vaksin penguat atau booster di gerai layanan vaksinasi COVID-19 di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (21/4/2022). (ANTARA FOTO/Rahmad/foc)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Dinas Kesehatan Aceh menyebutkan warga yang terinfeksi COVID-19 di provinsi setempat tersisa 10 orang, yang umumnya tanpa memiliki gejala sehingga hanya menjalani isolasi mandiri.

“Kasus aktif saat ini tersisa dua orang di rumah sakit dan delapan orang isolasi mandiri,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Iman Murahman di Banda Aceh, Sabtu.

Dijelaskan kondisi pandemi COVID-19 di Aceh semakin membaik, terlihat dari pasien infeksi virus itu yang masih dirawat di rumah sakit rujukan yang terus menurun.

Bahkan, kata Iman, dalam delapan hari terakhir, Aceh nihil penambahan kasus baru COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi pandemi di Tanah Rencong semakin kondusif.

Dinas Kesehatan Aceh
Petugas vaksinator menunjukkan vaksin penguat atau booster di gerai layanan vaksinasi COVID-19 di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (21/4/2022). (ANTARA FOTO/Rahmad/foc)

“Setelah delapan hari nol kasus baru, baru hari ini ada satu kasus lagi,” kata Iman.

Tercatat 10 kasus aktif COVID-19 tersebut meliputi warga Banda Aceh dan Aceh Utara masing-masing tiga orang, serta warga Aceh Timur, Aceh Besar, Bireuen dan Lhokseumawe sama-sama satu orang.

Dari daftar kasus aktif itu, kata dia, satu orang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) pasien COVID-19 di Rumah Sakit Kesdam IM Banda Aceh, serta satu orang lagi menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Jiwa Aceh, Banda Aceh.

“Sisanya delapan kasus aktif lagi menjalani isolasi mandiri,” kata Iman.

Kendati demikian, pemerintah juga meminta masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam upaya mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.

Di samping itu, kata dia, pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi COVID-19, terutama untuk dosis penguat (booster).

Pemerintah menargetkan 4 juta lebih warga Aceh mendapatkan vaksin. Saat ini yang telah menerima dosis pertama sebanyak 99,8 persen dan dosis kedua 75,5 persen.

Sedangkan warga yang telah menerima vaksinasi booster sebanyak 13,5 persen dari target 3,5 juta warga Aceh. Di luar anak-anak dan remaja usai di bawah 18 tahun yang tidak masuk sasaran vaksin booster.

“Kalau sasaran booster sekitar 2,8 juta orang, karena remaja usia 12-17 tahun dan anak-anak usia 6-11 tahun tidak masuk sasaran vaksinasi booster, maka Aceh sudah hampir 20 persen capaian vaksinasi booster,” kata Iman. (*)