Dinas Perkebunan Aceh Utara Usulkan Peremajaan Sawit Ratusan Hektare Untuk Dongkrak Pendapatan

Dengan adanya peremajaan, tentu akan kembali meningkatkan produktivitas tanaman yang dengan sendirinya turut meningkatkan pendapatan kalangan petani
ARSIP FOTO - Pekerja melintas di depan tumpukan kelapa sawit di Desa Mulieng Manyang, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara,
ARSIP FOTO - Pekerja melintas di depan tumpukan kelapa sawit di Desa Mulieng Manyang, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara,

ACEHSATU.COM | Lhokseumawe – Untuk mendongkrak pendapatan petani di daerah Aceh Utara, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara mengusulkan peremajaan sawit mencapai ratusan hektare.

“Kami berkeyakinan program replanting atau peremajaan sawit dapat mendongkrak pendapat petani,” kata Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara Lilis Indriansyah di Aceh Utara, Jumat.

Lilis Indriansyah mengatakan Kabupaten Aceh Utara banyak memiliki perkebunan sawit masyarakat. Sekarang, banyak tanaman sawit tidak produktif lagi. 

Dengan adanya peremajaan, tentu akan kembali meningkatkan produktivitas tanaman yang dengan sendirinya turut meningkatkan pendapatan kalangan petani, kata Lilis Indriansyah

Lilis Indriansyah menyebutkan pihaknya menargetkan peremajaan tanaman sawit mencapai 2.000 hektare untuk beberapa tahun ke depan. Sementara, yang baru diusulkan ke Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian baru 600 hektare. 

“Pada awalnya yang kami usulkan sebanyak 800 hektare, namun yang lulus verifikasi dari provinsi hanya 600 hektare, sementara 200 hektare masih harus melengkapi syarat,” katanya. 

Lilis Indriansyah mengatakan total perkebunan sawit yang diusulkan peremajaan mencapai 8.609 hektare. Sedangkan luas perkebunan sawit di Kabupaten Aceh Utara mencapai 18.187 hektare.

“Hingga saat ini, 3.634 hektare sudah diremajakan sejak 2019. Artinya, 4.975 hektare lagi masih membutuhkan peremajaan karena rendahnya jumlah produksi akibat usianya di atas 25 tahun,” katanya. 

Program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Kabupaten Aceh Utara merupakan bantuan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam bentuk penanaman kembali tanaman sawit rakyat.

Bantuan yang diberikan dalam program PSR  tersebut mulai dari penyiapan lahan, pengadaan bibit, hingga penanaman dan perawatan. Peremajaan tanaman kelapa sawit ini adalah program hibah dengan nilai bantuan Rp25 juta per hektare.

“Program ini membantu petani karena untuk meremajakan tanaman sawit membutuhkan biaya besar. Kami menyosialisasikan kepada petani agar dapat memanfaatkan program tersebut,” kata Lilis Indriansyah.