Dijambret, Ibu dan Anak di Aceh Besar Jatuh dari Motor

Seorang perempuan warga Aceh Besar, Afridah (41) dan anaknya terjatuh dari motor gara-gara tasnya ditarik penjambret. Penjambret itu bernama Beni (25) asal Langkat, Sumatera Utara.
Mahasiswi Jadi Korban Jambret di Lhokseumawe
Ilustrasi - aksi begal atau aksi kejahatan dengan kekerasan di jalan. ANTARA/Ardika/am

ACEHSATU.COM | ACEH BESAR – Seorang perempuan warga Aceh Besar, Afridah (41) dan anaknya terjatuh dari motor gara-gara tasnya ditarik penjambret. Penjambret itu bernama Beni (25) asal Langkat, Sumatera Utara.

“Saat kejadian pelaku Beni langsung menarik tas milik korban yang mengakibatkan Afridah terjatuh bersama anaknya sehingga mengalami luka-luka di bagian tangan dan kaki,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol M Ryan Citra Yudha kepada wartawan, Rabu (31/8/2022).

Insiden penjambretan itu terjadi di kawasan jalan Lampeudaya-Miruek Taman, Darussalam pada Minggu malam (7/8). Saat kejadian, Afridah bersama anaknya hendak pulang ke rumah dengan menggunakan sepeda motor.

Dalam perjalanan pulang, korban diduga dipepet Beni dengan menggunakan motor tanpa pelat. Usai menarik tas korban, Beni langsung tancap gas.

BACA JUGA: Ibu dan Anak Dijambret di Aceh Timur Saat Membawa Kereta, Ditendang Hingga Terjatuh

Afridah bersama anaknya ditolong warga dan dibawa ke rumah sakit. Ryan mengatakan, tas korban yang dijambret berisi ponsel serta surat-surat penting lainnya.

Menurut Ryan, ponsel korban diserahkan Beni ke temannya AS (40) yang juga warga Langkat untuk dijual. AS diduga menjual ponsel tersebut ke H (40) warga Montasik, Aceh Besar.

“HP itu dijual seharga Rp 400 ribu. Namun yang diterima uang oleh AS dari H sebesar Rp 200 ribu, sisanya dibayar dengan narkotika jenis sabu,” jelas Ryan.

Pasca kejadian tersebut, polisi turun tangan memburu pelaku. Ryan mengatakan, polisi awalnya menciduk H di rumahnya di Montasik, Aceh Besar, Selasa (30/8) dinihari.

Dalam pengembangan, polisi akhirnya menciduk Beni dan AS di kawasan Miruek Taman, Aceh Besar. Ketiga pelaku saat ini ditahan di Polresta Banda Aceh untuk menjalani pemeriksaan.

“Dalam kasus ini Beni selaku pelaku utama, AS penjual hasil curian dan H sebagai penadah barang milik korban,” ujar Ryan. (*)