Bireuen

Diduga karena Dendam, Istri Muda Sabit Istri Tua di Kebun, Suami Malah Tolong Pelaku

Sementara korban DAR ditinggal dalam keadaan berdarah di TKP, sehingga korban meminta tolong. Warga yang berada dekat lokasi mendengar korban minta tolong dalam keadaan luka parah. lalu warga memberitahukan kepada suami korban RUS yang sebelumnya meninggalkan korban lari membawa istri mudanya.

Acehsatu.com | Fajri Bugak

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Kepolisian resort Bireuen berhasil meringkus pelaku penganiayaan DAR (35) warga Desa Pulo Payang Kecamatan Peusangan Selatan sehingga mengakibatkan Darwati meninggal dunia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto SE, SH, didampingi Kasat Reskrim  Iptu Riski Adrian SIK dalam konferensi pers di Mapolres Bireuen, Senin (28/8/2027).

AKBP Riza Yulianto SE, SH mengungkapkan pelaku dengan inisial HER (26) ditangkap polisi dirumahnya di Desa Buket Sudan Kecamatan Peusangan Siblah Krueng karena didunga telah melakukan penganiayaan berat terhadap Darwati (35) warga Desa Pulo Payang Kecamatan Peusangan Selatan sehingga mengakibatkan Darwati meninggal dunia.

Kapolres menjelaskan pelaku HER merupakan istri muda dari saksi mata RUS (41), sementara korban  DAR (35) merupakan istri tuanya saksi mata.

AKBP Riza Yulianto juga memaparkan kronologis kejadian, pada minggu 27 Agustus sore sekitar pukul 17.30 WIB, korban DAR mendatangi suaminya RUS yang saat itu sedang berada di kebunnya di Desa Pulo Panyang, Peusangan Selatan untuk meminta uang belanja.

Kebetulan, tersangka  HER juga berada di lokasi sedang menemani suaminya berkebun, lalu terjadi percekcokan mulut antara dua perempuan yang keduanya merupakan istri RUS. Secara tiba-tiba HER mengayunkan sabit pemontong rumput sehingga mengenai kepala korban. ungkap AKBP Riza Yulianto.

“Saat itu juga terjadi pendarahan berat dikepala korban, Selanjutnya RUS justru menolong pelaku HER istri mudanya dengan membawanya pulang menggunakan sepeda motor ke rumahnya,” ujar Kapolres.

Sementara korban DAR ditinggal dalam keadaan berdarah di TKP, sehingga korban meminta tolong. Warga yang berada dekat lokasi mendengar korban minta tolong dalam keadaan luka parah. lalu warga memberitahukan kepada suami korban RUS yang sebelumnya meninggalkan korban lari membawa istri mudanya.

Tak lama kemudian RUS kembali ke lokasi dan membawa korban yang juga istrinya ke Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, papar Kapolres Bireuen.

Karena luka yang diderita korban serius, kemudian pihak puskesmas merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, karena pendarahan berat, korban akhirnya meninggal dunia di RSUD.

“Motif pelaku tega menganiaya korban diduga ada unsur dendam. Karena  menurut tetangga korban sebelumnya juga sudah pernah terjadi keributan” sebut Kapolres.

Dalam konferensi pers tersebut Kapolres juga ikut menampilkan barang bukti yang disita diantaranya sabit pemotong rumput  yang digunakan untuk melakukan penganiayaan dan pakaian korban.

Dalam kasus ini pelaku dikenakan Pasal 351 ayat 1  KUHP Tentang penganiayan dan Junto Pasal 354 KUHP penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

To Top