Diduga Gelembungkan Harga, Empat Tersangka Pengadaan Bibit Jagung di Aceh Tenggara

Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara menetapkan empat tersangka inisial AB, SP, KN, dam KP.dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit jagung senilai Rp2,86 miliar.
korupsi bibit jagung
Ilutrasi : Bibit jagung/kampustani.com

ACEHSATU.COM [ ACEH TENGGARA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara menetapkan empat tersangka inisial AB, SP, KN, dam KP.dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit jagung senilai Rp2,86 miliar.

Kepala Kejari Aceh Tenggara Syaifullah di Aceh Tenggara, Kamis (30/9/2021) kepada wartawan mengatakan, penetapan keempat tersangka tersebut setelah jaksa penyidik mengantongi sejumlah alat bukti. Keempat tersangka tersebut memiliki peran masing-masing dalam dugaan tindak pidana korupsi bibit jagung ini.

“Tersangka AB merupakan mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara sedangkan tersangka SP selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tersangka KN selaku Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara. Dan tersangka KP selaku kontraktor pelaksana pengadaan bibit jagung,” ujar Kajari Aceh Tenggara ini..

Dijelaskan Syaifullah, pada tahun 2020, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara melaksanakan pengadaan bibi jagung hibrida dengan nilai kontrak Rp2,86 miliar dari pagu anggaran Rp2,94 miliar.

korupsi bibit jagung
Ilutrasi : Bibit jagung/kampustani.com

Pada awalnya lanjut Syaifullah, tersangka AB, KP, dan KP pada Januari 2020 menemui perusahaan distributor di Medan, Sumatera Utara, menanyakan ketersediaan bibik jagung hibrida jenis NK 017.

“Pada saat itu bibit jagung tersebut tersedia dengan harga Rp68 ribu per kilogram. Kemudian, tersangka KP dan KN, bertemu kembali dengan distributor dan menawarkan harga Rp65 ribu per kilogram,” ujar Kajari lagi. 

Kemudian, KP dan KN menawarkan harga, sehingga disepakati Rp62.500 per kilogram. Selanjutnya, SP selaku PPK mengajukan permohonan lelang dengan harga Rp98 ribu per kilogram,” kata Syaifullah.

Selanjutnya, ditunjuk perusahaan pemenang lelang PT Fatara Julindo Putra sebagai pemenang. Pada 27 November 2020, dilakukan pengiriman bibit jagung hibrida jenis NK 017 sebanyak 29.400 kilogram.

Para tersangka diduga melakukan penggelembungan harga, sehingga merugikan keuangan negara Rp1 miliar lebih dari nilai kontrak pengadaan sebesar Rp2,86 miliar.

“Dalam menangani kasus ini, penyidik memeriksa dan memintai keterangan 18 saksi. Penyidik masih terus mendalami kasus ini serta melengkapi berkas perkara,” kata Syaifullah.

Para tersangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP (*)