Di Nagan Raya, Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Di Nagan Raya, Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

ACEHSATU.COM | NAGAN RAYA Jenazah pasien covid di Nagan Raya dimakankan tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

Bahkan, sebelumnya jenazah pasien covid diambil paksa oleh pihak keluarga.

Informasi dihimpun, pasien yang meninggal dunia itu berinisial Par, warga Kecamatan Alue Bilie, Kabupaten Nagan Raya.

Keluarga memaksa mengambil jenazah pasien karena hasil rapid test pasien usia lanjut itu non reaktif.

Dokter Edi Hidayat mengatakan saat itu pihaknya sudah berusaha untuk menahan dan tidak mengizinkannya, namun keluarga memaksa agar jenzah dikembalikan dan dikubur secara normal.

Dikatakan Edi, memang saat itu hasil swab belum keluar sehingga keluarga dari Par memaksa membawa pulang jenazah untuk dikebumikan.

Akibatnya, Tim Gugus Tugas Pencegahan Dan Penanganan Covid-19 Nagan Raya terpaksa melakukan pemetaan dan tracking terhadap warga desa Par berdomisili untuk dilakukan rapid test.

Dua pasien covid asal Nagan meninggal

Sebelumnya diberitakan, dua pasien terindikasi positif covid melalui hasil reaktif rapid test dilaporkan sudah meninggal dunia di Nagan Raya.

Kedua pasien covid itu meninggal dunia sebelum hasil swab keluar.

Pria berinisial T (75) meninggal pada Jumat (31//2020) subuh sekira pukul 05.30 WIB.

Seorang lagi wanita berinisial P (62) yang meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2020) sore sekira pukul 16.00 WIB.

Keduanya sebelumnya hasil nonreaktif rapid test.

Kedua warga tersebut untuk yang reaktif dikebumikan tim gugus tugas dengan protokol kesehatan dan satu lagi dikebumikan keluarga karena status awal nonreaktif.

Tiga lagi yang positif tersebut yakni wanita D (22), wanita D (16) dan wanita K (75) hingga kini masih dalam perawatan medis di ruang isolasi RSUD SIM Nagan Raya.

Koordinator Dokter Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Nagan Raya, dr Edi Hidayat SpPD mengatakan,  dari 5 pasien yang positif Covid-19 sebanyak 2 orang telah meninggal dunia dan tiga orang kini masih di RSUD.

Ketiga pasien tersebut  dirawat di ruang isolasi RSUD SIM.

Dikatakan, hasil swab keluar dari Balitbangkes Aceh sangat lama sekali, padahal swab terhadap 5 orang tersebut diambil pada Rabu lalu dan dikirimkan ke Balitbangkes.

Sebelumnya diberitakan, lima warga sebuah desa di Nagan Raya pada Selasa sore dan Rabu lalu dilarikan ke RSUD SIM Nagan Raya.

Dua orang merupakan pasangan suami istri pria T (75 tahun hasil reaktif) dan wanita K (75 tahu hasil reaktif).

Berikutnya wanita P (62 tahun hasil nonreaktif) serta dua cucunya D (22 tahun hasil reaktif) dan D (16 tahun hasil reaktif).

Kelima warga tersebut mereka merupakan warga desa yang sama serta diambil swab dan dikirim ke Balitbangkes Aceh. (*)