oleh

Di Bireuen, Polisi Tangkap Penagih Utang dengan Cara Merampas Sepeda Motor

-Bireuen-146 views

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Tim opsnal Reskrim Polres Bireuen menangkap dua pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Kedua pelaku berinisial A (45) alias Si Har warga Gampong Geulanggang Teungoh, Kota Juang  dan M (37)  warga Gampong Geulanggang Gampong, Kota Juang.

Kedua pelaku ditangkap dirumah  tersangka A  alias Si Har di Gampong Geulanggang Teungoh, Kamis(13/6/2019) sekitar pukul 22.00 Wib malam.

Amatan ACEHSATU.com yang kebetulan berada di lokasi. Saat penangkapan yang dilakukan polisi menjadi perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Masyarakat yang sedang duduk di warung maupun di depan rumah berusaha melihat secara dekat, Namun karena batas pagar rumah pelaku terlalu tinggi masyarakat hanya melihat dari jarak jauh.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Bireuen Iptu Eko Rendi Oktama SH, Jumat (14/6/2019) kepada wartawan membenarkan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Eko mengatakan penangkapan terhadap kedua pelaku berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP.B/102/VI/ RES.1.8./ 2019 / RES BIREUEN, tanggal 13 Juni 2019, sekira pukul 17.30 WIB dari korban T. Dicki Duta (32) tindak pidana pencurian.

Saat kejadian korban T. Dicki Duta (Pelapor) sedang duduk minum kopi di warung kopi “Saweu Kupi” Simpang MIN Desa Pulo Kiton, Kota Juang.

Saat itu kata Eko, datang saudara A alias si Har dan saudara R dan duduk satu meja dengan pelapor dan 2 temannya lg yang pelapor tidak kenal.

BACA: Empat Pelaku Penculikan Petani di Aceh Besar Ditangkap

Setelah itu  terlapor A menanyakan kepada pelapor (T. Dicki) dalam bahasa Aceh “PAJAN KAH BAYEU”, pelapor mengatakan “KAH SABA SIAT”.

“Pelapor T. Dicki  sebelumnya memiliki utang dengan terlapor,” jelas Iptu Eko Rendi Oktama SH.

Sesaat kemudian terlapor (A alias Si Har)  langsung mengambil kunci semor pelapor yang diletakkan di atas meja,  dan memberikan kunci sepmor kepada saudara Rustam.

Lalu pelapor T. Dicki mengatakan jangan diambil itu honda orang,  lalu terlapor Azhar mengancam pelapor dengan mengatakan “KU PEULEUPI RHUNG KAH EUNTEUK NGEUN BEUDE” (kudinginkan dadamu nanti dengan senjata) sambil terlapor memegang pinggang terlapor.

Lalu pelapor merasa takut dan sepmor langsung dibawa oleh saudara Rustam.

Meski pelapor sudah menjelaskan  bahwa sepmor tersebut adalah milik adiknya bernama Reza (24) Alamat Pulo Kiton Kecamatan Kota Juang.

“Saat ini kedua pelaku sudah diamankan ke Mapolres Bireuen guna penyidikan lebih lanjut,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Gayo Lues.

Tim opsnal Reskrim Polres Bireuen menangkap dua pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan, Jumat (14/6/2019).

Ditambahkan Eko,  berdasar pasal 363 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), orang yang melakukan pencurian dengan pemberatan (Curat) diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

Sementara pelapor T.Dicki Duta kepada ACEHSATU.com mengatakan utangnya kepada pelaku A alias Si Har adalah hutang piutang kegiatan even kegiatan Grastrak beberapa bulan yang lalu.

Saat itu karena uang untuk keperluan hadiah sudah tidak ada lagi.

“Saya minta utang uang Rp 3 juta sama Bg Har,”kata pelapor T Dicki Duta.

Kata T Dicki sebelum terjadi pengambilan motor adinya ia sudah menyampaikan secara baik-baik kepada A alias Si Har. Ia berjanji akan membayar utang tersebut. (*)

Komentar

Indeks Berita