Di Aceh Tamiang, Sudah Tiga Santri Klaster Magetan Positif Covid-19, Dua Dirawat Satu Sembuh.

ACEHSATU.COM [ ACEHTAMIANG – Baru sehari dinyatakan Aceh Tamiang bebas covid-19, Sabtu (2/5/2020) karena PDP yang dirawat di RSUZA Banda Aceh sembuh, ternyata  besoknya, Minggu (3/5/2020) jumlah PDP yang tak lain santri Aceh Tamiang dinyatakan positif bertambah satu lagi.

Dengan demikmian sudah tiga santri klaster Magetan yang terkonfirmasi positif terpapar virus covid-19 dengan rincian, satu santri MAH asal kecamatan Serway dan sudah dinyatakan sembuh, yang kedua, santri asal Kampong Alur Cucur Kecamatan Rantau dan ketiga  hari ini diumumkan santri asal Kampung Alur Tani,  Kecamatan Tamiang Hulu juga terkonfirmasi positif covid-19.

Kedua santri  warga Kampung Alur Cucur dan Alur Tani kini masih di rawat di RSUD Zainal Abidin, Banda Aceh

Juru bicara pemerintah encegahan Covid-19 Aceh Tamiang, Agusliyana Devita kepada Acehsatu.com, Minggu (3/5/2020) mengatakan, data sebaran ODP, PDP dan terkonfimasi Positif Covid-19 di Kabupaten Aceh Tamiang terjadi perubahan dengan  adanya penambahan satu orang lagi positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab dan satu orang pelaku perjalanan dari Magetan Jawa Timur menunjukan hasil reaktif melalui pemeriksaaan rapid Tes.

Lanjut Devi, pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 ini merupakan PDP 07 warga Tamiang Hulu yang juga memiliki riwayat perjalanan yang sama dari Magetan Jawa Timur bersama rekannya PDP 05 warga Rantau yang sudah terlebih dahulu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dan saat ini keduanya masih dirawat di RSUDZA Banda Aceh.

Pemkab Aceh Tamiang pesan Devi berharap, dengan bertambahnya jumlah warga Aceh Tamiang yang terkonfirmasi positif covid-19, masyarakat akan semakin sadar, berhati hati dan tidak lalai menjalankan aturan yang telah dihimbau.

Ini perlu kami ingatkan berulang kembali, sebab berdasarkan hasil pemantauan di lapangan masih banyak warga yang belum menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker, berkumpul di keramaian tanpa menjaga jarak, atau keluar rumah untuk hal- hal yang tidak mendesak.

“Semoga kesadaran warga akan bahaya penularan Covid-19 ini segera timbul, tidak menunggu sampai jatuhnya korban jiwa dulu,” tutup Devi (*)