Di Aceh Tamiang, Diyah Mulai dari serahkan bantuan rumah, sembako sampai APD

Di Aceh Tamiang, Diyah Mulai dari serahkan bantuan rumah, sembako sampai APD

ACEHSATU.COM [ACEH TAMIANG  – Istri Plt Gubernur Aceh, Diyah Erti Idawati, MT bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, mulai dari penyerahan rumah dhuafa, penyerahan sembako dan peneyrahan APBD.

Kedatang Diyah di kabupaten ujung timur Aceh ini didampingi Bupati Aceh Tamiang, Mursil beserta istri, Rita Syntia selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Tamiang.

Diyah Erti Idawati bersama rombongan pertama kali mendatangi Desa Tanjung Neraca, Kecamatan Manyak Payed mendatangi salah satu warga penerima bantuan rumah bersumber dari dana Otsus Aceh sekaligus menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada pemilik rumah, Ismail.

Dalam pada penyerahan itu, Diyah mengatakan agar penerima bantuan dapat menjaga serta merawat bantuan rumah yang diberikan. “Beruntunglah bapak dan keluarga hari ini, mendapatkan rezeki dari Allah berupa bantuan rumah dari dana Otsus Pemerintah Aceh, semoga rumah ini menjadi berkah buat keluarga”, ujar Diyah.

Kemudian, rombongan bergerak menuju Kecamatan Karang Baru, memberikan bantuan sembako sebanyak 200 paket kepada warga yang terdampak ekonominya akibat wabah Covid-19 dan penyerahan berlangsung di halaman Kantor Camat Karang Baru.

“Ini adalah Road Show terakhir, setelah kunjungan sebelumnya ke Aceh Timur. Saya perlu mempertegas, dengan memasuki era new normal, mari bersama-sama kita hidup berdampingan dengan mengikuti protokol kesehatan”, sebutnya disela-sela penyerahan  bantuan tersebut.

Selanjutnya, dari Kantor Camat Karang Baru, Rombongan berkunjung ke RSUD Aceh Tamiang. menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis dan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ruang isolasi pasien Covid-19, apakah sudah dibuat sesuai dengan SOP yang berlaku atau belum.

Dikatakan Wakil Ketua Tim Gugus Covid19 Aceh ini, walaupun RSUD Aceh Tamiang tidak memiliki pasien yang berkendala dan bergejala Covid-19, ruang isolasi di RSUD harus tetap ada. Ia jelaskan juga monitoring yang dilakukan oleh Pemerintah pun harus merata sampai ke tingkat kampung, agar bisa dilakukan pemantauan yang ketat.

“Mau zona merah ataupun zona hijau kita tetap harus melaksanakan protokol kesehatan, untuk melindungi diri sendiri dan melindungi orang disekitar kita”, pesan Diyah.

Hadir saat kunjungan tersebut, Wakil Ketua II DPRK Aceh Tamiang M Nur, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dr. Hanif dan para kepala SKPK Aceh Tamiang yg terlibat dalam Gugus Tugas Covid-19 Tamiang (*)