Hukum

Desak Eksekusi PT Kalista Alam, Aktivis Serahkan 100 Ribu Petisi ke Pengadilan Tinggi

Petisi diterima oleh Kepala Hubungan Masyarakat PT Banda Aceh, Maratua Rambe.

FOTO | CHANGE.ORG

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH — Hari ini, Kamis (12/7/2018), Yayasan HAKA mendatangi Pengadilan Tinggi Banda Aceh untuk menyerahkan lebih dari 100 ribu dukungan publik agar eksekusi perusahaan pembakar lahan PT. Kalista Alam dapat segera dilaksanakan.

Kkunjungan tersebut juga didampingi oleh rekan-rekan dari koalisi masyarakat sipil antara lain Gerakan Rakyat Aceh Menggugat, Rumoh Transparansi, Perhimpunan Pengacara Lingkungan Hidup, Forum Orangutan Aceh dan Change.org Indonesia.

Penyerahan petisi ini merupakan bentuk dukungan kepada PT Banda Aceh untuk membatalkan putusan PN Meulaboh yang menyatakan bahwa putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap kasus pembakar lahan tidak bisa dieksekusi.

Sebagaimana diketahui saat ini, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang memproses banding ke pihak Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh terkait putusan Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh pada 12 April 2018 yang memutuskan bahwa hukuman denda Rp 366 miliar atas perusahaan pembakar lahan gambut Rawa Tripa, PT Kallista Alam (PT. KA), tidak bisa dieksekusi.

Petisi diterima oleh Kepala Hubungan Masyarakat PT Banda Aceh, Maratua Rambe.

Dia mengatakan, walaupun pihak KLHK telah melakukan register perkara banding, PN Meulaboh belum menyerahkan berkas-berkas kasus ini ke PT Banda Aceh, sehingga banding belum bisa diproses lebih lanjut.

“Ayo terus dukung dan sebar petisinya agar kasus ini dapat menjadi perhatian pengadilan demi keberlanjutan hutan gambut Rawa Tripa,” tegas sejumlah aktivis linngkungan ini. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top