Densus 88 Ikut Gerebek Persembunyian Pelaku Penembakan Pos Polisi di Aceh Barat

Densus 88 Antiteror ikut dalam penggerebekan ini.
Kasus Penembakan Pos Polisi di Aceh Barat
Dinding pos polisi yang rusak diduga terkena tembakan di kawasan Desa Manggi, Kecamatan Panton Reue, Aceh Barat (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Polisi menggerebek persembunyian tiga terduga pelaku penembakan Pos Polisi Panton Reu Polres Aceh Barat. Densus 88 Antiteror ikut dalam penggerebekan ini.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan penggerebekan dilakukan di Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya. Penggerebekan dilakukan setelah polisi melakukan pengintaian selama 3 pekan.

“Penggerebekan terjadi setelah dilakukan monitoring tiga minggu lalu tentang adanya pertemuan para pelaku serta didukung informasi dari masyarakat bahwa salah satu rumah di kawasan Pasie Raya digunakan sebagai tempat persembunyian pelaku,” kata Winardy kepada wartawan, Selasa (23/11/2021).

Penggerebekan itu dilakukan personel Ditreskrimum Polda Aceh, Satreskrim Polres Aceh Barat, dan Densus 88 Satgaswil Aceh, Senin (22/11). Ada tiga orang terduga pelaku yang berada di lokasi, yakni AH (56), AD (61), dan CA (53).

“Tempat persembunyian pelaku penembakan Pos Pol Panton Reu Polres Aceh Barat digerebek oleh tim gabungan yang terdiri dari Ditreskrimum Polda Aceh, Satreskrim Polres Aceh Barat, dan Densus 88 Satgaswil Aceh,” ujarnya.

Winardy menyebut AH dan AD diduga merupakan perencana penembakan Pos Pol. Sedangkan CA diduga merupakan pihak yang memberikan perlindungan terhadap para pelaku.

AD disebut sempat menusuk seorang polisi menggunakan sangkur. Polisi tersebut mengalami luka di ketiak kiri dan AD ditembak di dua kakinya.

Sementara itu, AH sempat berusaha melarikan diri dengan melompat tembok kamar mandi. Polisi menembak AH. Winardy mengatakan AH tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Pelaku AH mau melarikan diri serta melawan petugas saat ditangkap, sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur,” jelas Winardy.

Winardy mengatakan mereka diduga menyerang Pos Polisi karena dendam. Dia mengatakan para terduga pelaku terusik karena polisi sering melakukan penindakan terhadap tambang ilegal.

“Motif penyerangan itu karena mereka merasa terusik oleh aparat kepolisian yang sering melakukan penindakan terhadap illegal mining di daerah tersebut, sehingga melakukan penembakan ke arah Pospol,” ujar Winardy.

Total, polisi telah menangkap empat orang terduga pelaku di mana satu tewas ditembak. Polisi masih memburu sejumlah pelaku lainnya.

“Kepada para DPO yang terlibat, diharapkan segera menyerahkan diri. Yang pastinya, nama-namanya sudah dikantongi petugas dan saat ini terus diburu. Polisi tidak akan segan memberikan tindakan tegas dan terukur kalau terjadi perlawanan saat akan diamankan,” kata Winardy.

Sebelumnya, Pos Polisi Panton Reu di Gampong Manggi, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, diduga ditembak orang tak dikenal. Penembakan tersebut terjadi Kamis (28/10) sekitar pukul 03.15 WIB.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan 16 selongsong peluru kaliber 7,26 milimeter serta 22 selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter. Selain itu, polisi menemukan enam proyektil peluru.

“Proyektil yang kita temukan satu buah di dalam tembok samping Pospol, satu buah di depan pintu masuk Pospol, dan satu buah di ruangan dalam Pospol,” jelas Winardy. (*)