Gayo Lues

Demo Warga 4 Kampung di Kecamatan Terangun Berakhir Ricuh, Camat Sesalkan Aksi Anarkis

Akibatnya, demo menuntut realisasi pembangunan irigasi itu menyebabkan pagar Kantor Camat Terangun rusak.

ACEHSATU.COM | GAYO LUES  – Aksi demo warga dari empat desa ke Kantor Camat Terangun yang digelar Jumat (1/12/2018) berakhir ricuh.

Akibatnya, demo menuntut realisasi pembangunan irigasi itu menyebabkan pagar Kantor Camat Terangun rusak.

Camat Terangun Syabril SPd kepada ACEHSATU.com, Rabu (5/12/2018) menyesalkan demo anarkis yang dilakukan warga 4 kampung yang ada di wilayahnya.

Menurutnya aksi anarkis yang dilakukan masyarakat tidak tepat sasaran.

“Seharusnya jika memang pembangunan irigasi itu menuai masalah, masyarakat bisa melakukan aksi damai itu di kantor PUPR atau setidaknya ke DPRK sebagai penampung aspirasi rakyat,” kata Camat Syabril.

Ditakana, aksi anarkis yang dilakukan warga ini sebuah kekonyolan, tidak mendasar dan mungkin ada yang mengompori.

BACA: Koordinator Aksi Sebut Oknum Dosen di Bireuen Larang Mahasiswa Lakukan Aksi  Demo

Dia menyebutkan aksi anarkis karena masyarakat merusak pagar dan melempaarkaan kalimat tidak pantas kepadanya sebagai camat selaku penyelenggara negara.

“Kalau mereka tidak senang kepada saya kenapa harus dimaki camatnya, camat itu kepala pemerintahan di tingkat kecamatan,” tambah Syabril.

Sebagai pimpinan desa, lanjut Syabri, seorang pengulu sebaiknya tidak terlalu terpengaruh dengan berita yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.

“Saring dahulu berita itu dengan baik apabila ada yang harus dibahas mari datang baik-baik, bila tidak ada jawaban baru silahkan sampaikan aspirasi ke DPRK,” imbuh Camat Syabril.

Camat Syabril memiliki sejumlah alasan kalau aksi ini ada yang menunggangi.

BACA: Demo Mahasiswa Bireuen: Dari Mobil Mewah, Kata-kata Kasar Anggota Dewan, Sampai Perusahaan Keluarga

Pertama, pembangunan irigasi ini disebut-sebut sebagai proyek gagal (mangkrak) padahal tenggang waktu hingga tanggal 9 Desember 2018.

Kedua, dikatakan pembangunan irigasi itu dituding telah menerima suntikan dana dari BPBD padahal itu tidak benar. Pembangunan irigasi itu dihentikan sementara karena tersapu banjir, bila dilanjutkan pengerjaanya dikhawatirkan justru akan mengalami kerugian yang lebih besar.

“Saya tidak terima demo anarkis yang dilakukan warga 4 kampung ini, kita akan pelajari aturannya, bila mereka menyalahi akan kita laporkan ke kepolisian,” tegasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top