Delapan Advokat Panggil Rektor USK, Terkait Penggusuran Rumah Dinas Dosen

Delapan Advokat yang tergabung dalam Pusat Bantuan Hukum (PBH) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Banda Aceh mengundang Rektor Universitas Syiah Kuala (USK).
Universitas Syiah Kuala
Dok. Istimewa

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Delapan Advokat yang tergabung dalam Pusat Bantuan Hukum (PBH) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Banda Aceh mengundang Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) penyelesaian permasalahan terkait penggusuran rumah warga yang menempati Kompleks Kopelma Darussalam.

Dalam surat yang dilayangkan dengan Nomor : 001/PBH/PERADI/BNA/I/2022, tertanggal 14 Januari 2022 ditandatangani delapan advokat yakni, Najmuddin SH, Indis Kurniawan SH CLA, Nurul Ihksan SH, Hospinovizal Sabri SH, Deddy Ichsan SH, Eva Susanna SH MH, Syahrul SH dan Wahyu Pratama SH.

Berdasarkan kekuatan Surat Kuasa Khusus tanggal 10 Desember 2021, bertindak untuk dan atas nama oleh karena itu sah mewakili kepentingan hukum dari klien kami, Wardiaty Yusuf, warga JI. Tgk Krueng Kale No. 17, Desa Kopelma, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh,  Maryamah, warga Jl. Meulu D-13, Desa Kopelma, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Nurjannah, Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 8 D Sektor Timur, Desa Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Universitas Syiah Kuala
Dok. Istimewa

Najmuddin mengatakan, pihaknya menyampaikan tiga hal yang terangkum dalam tiga point.

Point pertama, pada tanggal 1 November 2021 telah terjadi pembongkaran dan/atau penggusuran terhadap rumah klien kami yang beralamat di Sektor Timur, Desa Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh yang dilakukan oleh Universitas Syiah Kuala dengan alasan penghapusan rumah Dinas dikarenakan rumah tersebut masuk dalam kawasan pengembangan Universitas Syiah Kuala.

Lalu, pada point kedua bahwa berdasarkan penjelasan dan keterangan yang dikemukakan oleh klien kami, sehubungan dengan penggusuran rumah dosen dalam lingkungan Kopelma Darussalam terhadap rumah yang ditempati oleh klien jami yang dilakukan oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, dengan disertai bukti-bukti yang diperlihatkan kepada kami, terdapat petunjuk bahwa menurut hukum, tindakan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum yang telah merugikan klien kami.

Kemudian point yang ketiga, bahwa untuk mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya dan menelusuri penjelasan/keterangan klien kami tersebut serta demi mencegah kerugian lebih besar yang seharusnya tidak terjadi apabila persoalan yang ada dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.

“Maka dengan ini kami mengundang saudara untuk hadir ke kantor kami, pada Senin 24 Januari 2022, Jam 15.00-16.30 WIB bertempat Sekretariat Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH Peradi) Banda Aceh, Jln. Cut Mutia Nomor 39, Kampung Baru Banda,” terang Najmuddin.

Selanjutnya maksud dan tujuannya membicarakan penyelesaian permasalahan terkait pihak Universitas Syiah Kuala (USK) dengan klien kami.

“Besar harapan kami bahwa saudara dapat bersedia untuk hadir dan membicarakan permasalahan tersebut diatas,”pinta Najmuddin. (*)