oleh

Dekopin Minta Pemerintah Berantas Pembiayaan Rentenir

-Aceh Tamiang, Indeks-399 views

Dekopin Minta Pemerintah Berantas  Pembiayaan Rentenir.

 ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG – Dewan Pakar Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Aceh Tamiang meminta Pemerintah Aceh khususnya pemkab Aceh Tamiang agar memberantas dan menertibkan lembaga keuangan yang masih menggunakan pola pembiayaan konvesional apalagi pola rentenir yang “mencekik” rakyat.

“Di Aceh hari ini, sudah pemberlakuan pola pembiayaan syariah. Jadi kalau ada lembaga keuangan yang menjalankan pola konvensional harus diganti ke pola syariah,” ujar Dewan Pakar Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Aceh Tamiang, Yusran SSos I.

Begitu juga dengan maraknya koperasi simpan pinjam berkedok rentenit yang melakukan pembiayaan keuangan di kampong – kampong dan perdalaman desa, harus di waspadai oleh Pemerintah melalui dinas terkait agar langsung melakukan pendataan ke lapangan.

Yusran menyayangkan hadirnya koperasi simpan pinjam berkedok rentenir, sehingga menghancurkan nama baik koperasi simpan pinjam yang seharusnya membantu pembiayaan usaha kecil agar mandiri namun sebaliknya, rakyat tercekik dengan beban  suku bunga yang tinggi.

“Dengan hadirnya koperasi berkedok rentenir di Aceh Tamiang sangat kita sayangkan dan yang menjadi korban warga di pedesaan,” ujarnya.

menurutnya,  syarat untuk mendapatkan izin operasional lembaga keuangan koperasi, antara lain,

  1. surat domisili lembaga
  2. KTP pengurus
  3. Surat rekom lembaga dari dinas terkait.
  4. SITU, SIUP, TDP, dan NIB
  5. pajak daerah dan pajak NPWP
  6. Sistim pola syariah
  7. Akte notaris
  8. KTP anggota pendirian
  9. Berita acara rapat

Untuk itu Pemerintah harus hadir membantu warga agar dalam pemberdayaan ekonomi karena dari masalah ekonomi dapat merembet ke masalah lainnya.

“Islam sudah mewanti wanti, kemiskinan  dekat dengan kekufuran, dengan miskin orang bisa berganti aqidah dan keyakinan,” ujar kader PKS ini.

Karena itu, lanjutnya  penting hadirnya pemerintah agar warga Tamiang tidak terjebak  dalam pinjaman koperasi berkedok rentenir dan  keuangan riba yang mengundang azab Allah SWT. (*)

 

Indeks Berita