oleh

Dear Prabowo Subianto: Indonesia Setingkat dengan Negara Miskin Afrika, Masih Ingatkah Bapak?

-Kolom Hamdani, Kolumnis-1.896 views

ACEHSATU.COM – Ada hal yang menarik untuk kita bahas di hari ini. Soal pernyataan mantan Capres 02, Prabowo Subianto saat menjadi narasumber ketika acara pengajian yang diadakan oleh Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) di Solo, Minggu (23/12/2018). Meskipun acara ini sendiri sudah berlalu 2 tahun silam namun publik masih mengingatnya hingga hari ini.

Diantara rumor yang santer dibicarakan oleh rakyat Indonesia terkait dengan ucapan Prabowo Subianto saat itu bahwa kemiskinan di Indonesia setingkat dengan kemiskinan yang terjadi negara-negara Afrika.

Secara tidak langsung Prabowo menyamakan Indonesia dengan negara-negara miskin di benua Afrika. Padahal Indonesia tidak lebih buruk dari negara-negara tersebut.

Jika boleh saya mengutip dari detiknews, disana dituliskan ucapan Prabowo seperti ini, “Artinya apa, kita setingkat dengan negara miskin Afrika. Setelah 73 tahun merdeka, Indonesia setingkat Rwanda, Sierra Leone, Haiti, Chad dan pulau-pulau kecil yang tidak kita ketahui di mana letaknya,” kata Prabowo Subianto (23/12/2018).

Pernyataan Prabowo Subianto mendasari pada kalkulasi ekonomi, penghasilan rakyat Indonesia kurang dari Rp 30 ribu per hari, berarti kurang dari Rp 1 juta per bulan. Dengan pendapatan rata-rata setiap penduduk sebesar itu, maka menurut Prabowo Subianto rakyat Indonesia tergolong pada kelompok miskin setara dengan negara-negara yang ada di Afrika.

Namun di media lain, Tribunnews.com, pernyataan Prabowo Subianto dituliskan sebagai judul seperti ini ‘Prabowo Katakan Indonesia Setingkat Negara Miskin, Kata Haiti Mendadak Trending di Twitter’, Judul ini mungkin terinspirasi karena beragam komentar warga net yang memelintir ucapan Prabowo Subianto yang terkesan dia tidak tahun bahwa Haiti itu berada di Amerika. Sehingga kata Haiti bahkan menjadi trending topik.

Namun begitu ada benang merah apa yang dikatakan Prabowo Subianto bahwa Haiti memang negara miskin, Apalagi setelah dilanda gempa hebat pada tahun 2009 yang menyebabkan ekonomi negara itu berantakan.

Karenanya dia mengingatkan bahwa data pendapatan per kapita Indonesia per tahun sebesar USD 3.800. Prabowo menyebut angka tersebut tidak tepat, sebab kekayaan Indonesia hanya dinikmati segelintir orang. Kekayaan Indonesia hanya dikuasai oleh tidak lebih dari 1 persen para pemilik modal.

Kini masyarakat Indonesia menantikan realisasi dari apa yang pernah bapak katakan dulu, semoga saja Anda masih mengingatnya sebelum masa pilpres berikutnya menjelang. (*)

Indeks Berita