Dear Israel, Sudahlah Setop Duduki Palestina

Setelah berperang selama 11 hari yang meletus sejak menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, akhirnya adu senjata Israel-Palestina kali ini resmi berakhir dengan aksi gencatan senjata kedua pihak.
Hamdani.

ACEHSATU.COM – Setelah berperang selama 11 hari yang meletus sejak menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, akhirnya adu senjata Israel-Palestina kali ini resmi berakhir dengan aksi gencatan senjata kedua pihak.

Gencatan senjata tanpa syarat yang dicapai konon atas permintaan Israel yang disahuti oleh Mesir sebagai mediator bersama Qatar. Tentu saja ini kemenangan bagi rakyat Palestina karena tidak biasanya Israel meminta genjatan senjata.

CNN Indonesia melansir Associated Press, Jumat (21/5), menyebut Israel gagal menghancurkan infrastruktur tempur Hamas. Meski sudah mengerahkan pesawat tempurnya untuk menghujani Jalur Gaza dengan ribuan bom.

Agresi militer Israel yang semacam itu justru membunuh warga sipil, anak-anak, dan perempuan yang tidak berdosa karena pemboman yang membabi buta.

Dilaporkan tidak kurang penduduk di Jalur Gaza yang tewas dalam peperangan antara Israel dan kelompok pejuang Palestina tercatat mencapai 232 orang, 65 di antaranya anak-anak. Sementara penduduk Gaza yang luka-luka mencapai 1.900 orang lebih.

Kendati korban jiwa berjatuhan dan kerugian namun kerugian materil yang tidak sedikit, Rakyat Palestina tidak pernah menyerah.

Yang menjadi pertanyaan mengapa negara zionis tersebut tidak mampu juga menaklukkan Palestina meski sudah memeranginya selama 60 tahun?

Dear Israel, sudahlah! Anda Keluar saja dari Palestina dan berhenti memerangi orang yang berhak atas bumi Palestine.

Percuma walaupun sudah menggunakan persenjataan canggih yang Anda miliki dan ditambah dengan bantuan negara adidaya Amerika Serikat, lagi Italia, Prancis, dan Kanada tetap saja tidak mampu menjadi pemenang.

Padahal yang Anda lawan adalah orang-orang yang tidak memiliki tentara, tidak memiliki alat tempur super canggih, senjata rakitan apa adanya, dan tidak memiliki uang. Tetapi Anda belum juga berhasil menang.

Lantas kapan Anda akan menang?

Yakinlah sodara Yahudi, negara teroris Israel tidak akan pernah mencapai kemenangan atas Palestina karena negara tersebut adalah negara yang dilindungi oleh Allah karena pemimpin dan rakyatnya taat kepada Nya.

Apalagi dengan posisi rumah suci Masjidil Aqsa didalamnya, yang mereka pertahankan dengan darah dan nyawa, semakin menambah kekuatan bagi Palestina untuk melawan tentara Iblis Yahudi.

Kekuatan supranatural ini yang tidak mampu dilihat oleh PM Israel Benjamin Netanyahu sehingga dia menganggap remeh perjuangan kelompok militan Islam dan sesumbar dalam berkata-kata.

Konflik Israel dan Palestina pada dasarnya merupakan kolonialisme yang dilakukan sekelompok penduduk terhadap sebuah bangsa lain, dan itulah permasalahan utama Israel-Palestina. Tidak ada negara Israel atau negara Yahudi

Berawal dari Deklarasi Balfour pada tahun 1917.

Deklarasi tersebut berisi surat dari pemerintah Inggris yang dikirim pada tokoh pemimpin Yahudi Inggris bernama Rothschild.

Dalam isi surat itu, Inggris menjanjikan kaum Yahudi bahwa tanah Palestina akan dijadikan “national home” atau rumah nasional kaum tersebut awal persoalan muncul.

Ide tentang bangsa Yahudi yang harus memiliki tanah atau negara sendiri disebut paham zionisme.

Ide ini bertransformasi jadi gerakan internasional di tangan seorang Astro-Hungaria keturunan Yahudi: Theodor Herzl. Gerakan ini bertujuan menghasilkan negara dengan nama Israel di wilayah Palestina. (paragram).

Celakanya Inggris sampai sejauh ini membiarkan bahkan membantu tentara Yahudi dengan senjata dan uang untuk membunuh rakyat Palestina yang notabene pemilik negara yang sah.

Dengan demikian Inggris, AS, dan sekutu yang berdiri di samping Israel adalah negara-negara teroris-kolonialis yang membolehkan merampas hak-hak rakyat negara lain.

Dengan kata lain negara-negara tersebut tidak memiliki peradaban moral yang baik, setara, dan tidak menghargai hak azasi manusia. (*)